skip to main content

ANALISIS KORELASI PANJANG DAN LEBAR TELAPAK KAKI UNTUK PREDIKSI TINGGI BADAN DAN JENIS KELAMIN

*Muhamad Ainur Prastiyo  -  Department of Mechanical Engineering, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Sudarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275, Indonesia
Dwi Basuki Wibowo  -  Department of Mechanical Engineering, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Sudarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275, Indonesia
Shofwan Bahar  -  Department of Mechanical Engineering, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Sudarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275, Indonesia

Citation Format:
Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara panjang dan lebar telapak kaki terhadap tinggi badan serta mengevaluasi kemampuannya dalam memprediksi jenis kelamin untuk kepentingan identifikasi forensik. Penelitian dilakukan pada 166 subjek yang terdiri dari 151 laki-laki dan 15 perempuan. Pengumpulan data menggunakan dua metode, yaitu Wet Foot Test dan Digital Footprint. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa metode digital memiliki tingkat akurasi yang lebih tinggi dibandingkan metode konvensional, dengan tingkat kesalahan pengukuran sebesar 2,7%. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan regresi linier sederhana untuk estimasi tinggi badan dan regresi logistik biner untuk prediksi jenis kelamin. Hasil analisis menunjukkan adanya korelasi kuat antara panjang telapak kaki dan tinggi badan dengan koefisien korelasi sebesar r = 0,71. Persamaan regresi yang dihasilkan adalah y = 3,8614x + 73,239 dengan tingkat kesalahan estimasi sebesar 2,64%, sehingga dapat digunakan sebagai model prediksi tinggi badan pada populasi penelitian. Pada analisis regresi logistik biner, model mampu memprediksi jenis kelamin dengan tingkat akurasi sebesar 94,6%. Variabel panjang telapak kaki terbukti berpengaruh signifikan secara statistik terhadap prediksi jenis kelamin (p = 0,001), sedangkan lebar telapak kaki tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa panjang telapak kaki merupakan parameter antropometri yang dominan dan efektif dalam estimasi tinggi badan dan identifikasi jenis kelamin, sehingga berpotensi dimanfaatkan dalam praktik identifikasi forensik pada populasi serupa.

Keywords: antropometri; digital footprint; forensic; jenis kelamin; tinggi badan
Article Info
  1. Christensen, A. M., Passalacqua, N. V., & Bartelink, E. J., 2019. ‘’Forensic anthropologyCurrent methods and practice’’
  2. Kanchan, T., et al., 2010. ‘’Foot length–stature relationship’’
  3. Krishan, K. 2008. ‘’Estimation of stature from footprint and foot outline dimensions in Gujjars of North India. Forensic Science International’’175:2–3, 93–101
  4. Reel, S., Rouse, S., & Doherty, P. 2012. ‘’Reliability of footprint parameters for forensic identification’’. 62:5, 486–501
  5. Staheli, L. T., Chew, D. E., & Corbett, M., 1987. ‘’The longitudinal arch: A survey of eight hundred and eighty-two feet in normal children and adults.’’
  6. Urry, S. R., & Wearing, S. C., 2001. ‘’Arch indexes from ink footprints and pressure platforms are different. Foot & Ankle International’’, 22:1, 32–38
  7. Houck, M. M., & Siegel, J. A., 2015. ‘’Fundamentals of forensic science. Elsevier Academic Press.’’
  8. Kranioti, E. F., & Vorniotakis, N., 2020. ‘’Forensic anthropology in the digital era. Forensic Science International’’
  9. Robbins, L. M., 1986. ‘’Estimating height and weight from footprints. Journal of Forensic Sciences.’’, 31:1 143–152
  10. Staheli, L. T., Chew, D. E., & Corbett, M., 1987. ‘’ A survey of eight hundred and eighty-two feet in normal children and adults.’’

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.