BibTex Citation Data :
@article{JTM53738, author = {Abyan Muhammad and Athanasius Bayuseno and Rifky Ismail}, title = {OPTIMASI PENGGUNAAN ETHYLENE GLYCOL DALAM SINTESIS PRECIPITATED CALCIUM CARBONATE (PCC) DARI LIMBAH ASPAL BUTON DENGAN METODE SOLVOTHERMAL}, journal = {JURNAL TEKNIK MESIN}, volume = {13}, number = {3}, year = {2025}, keywords = {aspal buton; ethylene glycol; precipitated calcium carbonate (pcc); solvothermal; x-ray diffraction (xrd)}, abstract = { Pemanfaatan limbah industri sebagai bahan baku alternatif telah menjadi fokus penting dalam mendukung pengembangan teknologi material yang berkelanjutan. Salah satu limbah potensial adalah residu aspal Buton (Asbuton) yang kaya akan mineral karbonat, namun hingga kini belum dimanfaatkan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis Precipitated Calcium Carbonate (PCC) dari limbah Asbuton menggunakan metode solvothermal dengan penambahan ethylene glycol (EG) sebagai aditif. PCC merupakan material anorganik serbaguna yang digunakan secara luas pada industri kertas, plastik, farmasi, kosmetik, hingga konstruksi karena sifat fisik dan kimianya yang dapat dikendalikan. Tiga polimorf utama PCC adalah kalsit, aragonit, dan vaterit, di mana vaterit memiliki luas permukaan spesifik yang tinggi namun bersifat metastabil. Proses penelitian meliputi kalsinasi limbah Asbuton pada suhu 900 °C selama 5 jam, pelarutan dengan HNO₃, presipitasi dengan NH₄OH, serta tahap solvothermal dalam autoklaf dengan variasi penambahan EG. Karakterisasi utama dilakukan menggunakan X-Ray Diffraction (XRD) untuk mengetahui jenis fasa kristal yang terbentuk. Hasil analisis menunjukkan bahwa PCC yang dihasilkan terdiri dari fasa kalsit, aragonit, dan vaterit dengan dominasi yang berbeda tergantung pada jumlah EG yang ditambahkan. Stabilitas ini memberikan keunggulan karena vaterit sangat diminati pada aplikasi tertentu seperti filler kertas dan aditif farmasi. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa limbah Asbuton dapat ditingkatkan nilai tambahnya melalui sintesis PCC dengan kualitas yang dapat dikendalikan. Penambahan EG berperan penting dalam mengatur morfologi dan fasa kristal PCC, sehingga membuka peluang pemanfaatan limbah lokal sebagai sumber material industri bernilai tinggi sekaligus mendukung konsep teknologi ramah lingkungan. }, issn = {2303-1972}, pages = {411--414} url = {https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jtm/article/view/53738} }
Refworks Citation Data :
Pemanfaatan limbah industri sebagai bahan baku alternatif telah menjadi fokus penting dalam mendukung pengembangan teknologi material yang berkelanjutan. Salah satu limbah potensial adalah residu aspal Buton (Asbuton) yang kaya akan mineral karbonat, namun hingga kini belum dimanfaatkan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis Precipitated Calcium Carbonate (PCC) dari limbah Asbuton menggunakan metode solvothermal dengan penambahan ethylene glycol (EG) sebagai aditif. PCC merupakan material anorganik serbaguna yang digunakan secara luas pada industri kertas, plastik, farmasi, kosmetik, hingga konstruksi karena sifat fisik dan kimianya yang dapat dikendalikan. Tiga polimorf utama PCC adalah kalsit, aragonit, dan vaterit, di mana vaterit memiliki luas permukaan spesifik yang tinggi namun bersifat metastabil. Proses penelitian meliputi kalsinasi limbah Asbuton pada suhu 900 °C selama 5 jam, pelarutan dengan HNO₃, presipitasi dengan NH₄OH, serta tahap solvothermal dalam autoklaf dengan variasi penambahan EG. Karakterisasi utama dilakukan menggunakan X-Ray Diffraction (XRD) untuk mengetahui jenis fasa kristal yang terbentuk. Hasil analisis menunjukkan bahwa PCC yang dihasilkan terdiri dari fasa kalsit, aragonit, dan vaterit dengan dominasi yang berbeda tergantung pada jumlah EG yang ditambahkan. Stabilitas ini memberikan keunggulan karena vaterit sangat diminati pada aplikasi tertentu seperti filler kertas dan aditif farmasi. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa limbah Asbuton dapat ditingkatkan nilai tambahnya melalui sintesis PCC dengan kualitas yang dapat dikendalikan. Penambahan EG berperan penting dalam mengatur morfologi dan fasa kristal PCC, sehingga membuka peluang pemanfaatan limbah lokal sebagai sumber material industri bernilai tinggi sekaligus mendukung konsep teknologi ramah lingkungan.
Last update: