BibTex Citation Data :
@article{JTM53550, author = {Dhani Renardi and Sri Nugroho and Rifky Ismail}, title = {ANALISIS KEGAGALAN TIEBAR MESIN INJECTION MOLDING LIGUANG FL 170 DI PT X}, journal = {JURNAL TEKNIK MESIN}, volume = {13}, number = {3}, year = {2025}, keywords = {fatigue fracture; Finite Element Analysis (FEA); injection molding; kegagalan material; metalografi; tiebar}, abstract = { Kegagalan pada mesin injection molding dapat menyebabkan kerugian produksi karena berpengaruh pada kontinuitas dan kualitas hasil cetakan . Salah satu komponen kritis adalah tiebar , yang berfungsi menahan gaya clamping selama proses pengepresan . Penelitian ini menganalisis penyebab kegagalan tiebar pada mesin injection molding Liguang FL 170 di PT X yang patah setelah enam tahun beroperasi. Metode yang digunakan meliputi pengamatan visual ( fractography ), uji komposisi kimia dengan spectrometry , uji metalografi , uji kekerasan micro-Vickers , serta simulasi numerik menggunakan Finite Element Analysis (FEA) . Hasil fractography menunjukkan pola retak akibat beban siklik ( fatigue fracture ). Uji komposisi memastikan material sesuai standar baja paduan AISI 4145 . Uji metalografi menemukan perbedaan pada area dekat dan jauh patahan, sedangkan uji kekerasan menunjukkan nilai relatif sama. Selain itu ditemukan microcrack pada ulir akibat proses thread machining yang kurang baik . Simulasi numerik menunjukkan tegangan maksimum 127 MPa, masih jauh di bawah yield strength AISI 4145 . Kegagalan tiebar disimpulkan terjadi akibat kombinasi tegangan siklik berulang pada area ulir dengan cacat awal dari proses thread machining . Temuan ini menjadi acuan untuk evaluasi desain dan strategi perawatan mesin injection molding sejenis. }, issn = {2303-1972}, pages = {291--296} url = {https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jtm/article/view/53550} }
Refworks Citation Data :
Kegagalan pada mesin injection molding dapat menyebabkan kerugian produksi karena berpengaruh pada kontinuitas dan kualitas hasil cetakan . Salah satu komponen kritis adalah tiebar, yang berfungsi menahan gaya clamping selama proses pengepresan . Penelitian ini menganalisis penyebab kegagalan tiebar pada mesin injection molding Liguang FL 170 di PT X yang patah setelah enam tahun beroperasi. Metode yang digunakan meliputi pengamatan visual (fractography), uji komposisi kimia dengan spectrometry, uji metalografi, uji kekerasan micro-Vickers, serta simulasi numerik menggunakan Finite Element Analysis (FEA). Hasil fractography menunjukkan pola retak akibat beban siklik (fatigue fracture). Uji komposisi memastikan material sesuai standar baja paduan AISI 4145. Uji metalografi menemukan perbedaan pada area dekat dan jauh patahan, sedangkan uji kekerasan menunjukkan nilai relatif sama. Selain itu ditemukan microcrack pada ulir akibat proses thread machining yang kurang baik . Simulasi numerik menunjukkan tegangan maksimum 127 MPa, masih jauh di bawah yield strength AISI 4145. Kegagalan tiebar disimpulkan terjadi akibat kombinasi tegangan siklik berulang pada area ulir dengan cacat awal dari proses thread machining. Temuan ini menjadi acuan untuk evaluasi desain dan strategi perawatan mesin injection molding sejenis.
Last update: