skip to main content

ANALISIS KEGAGALAN TIEBAR MESIN INJECTION MOLDING LIGUANG FL 170 DI PT X

*Dhani Luvian Renardi  -  Department of Mechanical Engineering, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Sudarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275, Indonesia
Sri Nugroho  -  Department of Mechanical Engineering, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Sudarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275, Indonesia
Rifky Ismail  -  Department of Mechanical Engineering, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Sudarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275, Indonesia

Citation Format:
Abstract

Kegagalan pada mesin injection molding dapat menyebabkan kerugian produksi karena berpengaruh pada kontinuitas dan kualitas hasil cetakan . Salah satu komponen kritis adalah tiebar, yang berfungsi menahan gaya clamping selama proses pengepresan . Penelitian ini menganalisis penyebab kegagalan tiebar pada mesin injection molding Liguang FL 170 di PT X yang patah setelah enam tahun beroperasi. Metode yang digunakan meliputi pengamatan visual (fractography), uji komposisi kimia dengan spectrometry, uji metalografi, uji kekerasan micro-Vickers, serta simulasi numerik menggunakan Finite Element Analysis (FEA). Hasil fractography menunjukkan pola retak akibat beban siklik (fatigue fracture). Uji komposisi memastikan material sesuai standar baja paduan AISI 4145. Uji metalografi menemukan perbedaan pada area dekat dan jauh patahan, sedangkan uji kekerasan menunjukkan nilai relatif sama. Selain itu ditemukan microcrack pada ulir akibat proses thread machining yang kurang baik . Simulasi numerik menunjukkan tegangan maksimum 127 MPa, masih jauh di bawah yield strength AISI 4145. Kegagalan tiebar disimpulkan terjadi akibat kombinasi tegangan siklik berulang pada area ulir dengan cacat awal dari proses thread machining. Temuan ini menjadi acuan untuk evaluasi desain dan strategi perawatan mesin injection molding sejenis.

Fulltext View|Download
Keywords: fatigue fracture; Finite Element Analysis (FEA); injection molding; kegagalan material; metalografi; tiebar
  1. Firmasnyah, F., Umardani, Y., & Suprihanto, A. (2023). Pembuatan injection unit mesin injection molding untuk membuat bantalan ketiak tongkat kruk dari material polypropylene. Jurnal Teknik Mesin Universita Diponegoro
  2. Ihlas, A., Fajar Puspita, D., & Tjahjohartoto, B. (2018). Fractography investigation and stress analysis on failure of bolt M64 grade 10.9 due to over tightening
  3. Maman, A. (2012). Analisis konsumsi energi pada proses injection moulding untuk efisiensi energi
  4. Manurung, V., Wibowo, Y., & Baskoro, S. (2020). Panduan metalografi. LP2M Politeknik Manufaktur Astra
  5. Mizhar, S., Gerhana, D., & Tampubolon, B. (2015). Analisa kekerasan dan struktur mikro terhadapvariasi tempreatur tempering pada baja AISI 4140. In Teknik Mesin ITM (Vol. 1, Issue 2)
  6. Nasrudin, & Permata, E. (2024). Analisis system kerja mesin injection molding Haitian Ma2000 pada produksi super mop di PT Bolde Makmur Indonesia. Venus: Jurnal Publikasi Rumpun Ilmu Teknik , 2(2), 209–218. https://doi.org/10.61132/venus.v2i2.281
  7. Robbi Assabil, I. (2022). Analisis kerusakan mesin injection molding pada divisi maintenance di PT Jonan Indonesia. In Ilmiah Teknik Mesin (Vol. 02, Issue 02). https://journal.unsika.ac.id/index.php/sigmat/index
  8. Saharil, & Samlawi, A. (2019). Analisa patahan planetary pinion gear transmisi di unit excavator PC 300 LC-7 Komatsu
  9. Sasikumar, C., Srikanth, S., & Das, S. K. (2006). Analysis of premature failure of a tie bar in an injection molding machine. Engineering Failure Analysis, 13(8), 1246–1259. https://doi.org/10.1016/j.engfailanal.2005.11.003
  10. Sugito, Marliyan, S., & Apriana, H. (2022). Uji kinerja instrumen spektrofotometer serapan atom (AAS) shimadzu 6650 F terhadap p logam Fe, Zn pada kegiatan praktikum Kimia anorganik di UPT Laboratorium Terpadu UNS. JOURNAL OF LABORATORY ISSN, 5(2), 4887
  11. Wulpi, D. J. (1999). Understanding how components fail

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.