BibTex Citation Data :
@article{JTM51582, author = {Aminuddin Widodo and Mohammad Tauviqirrahman and Muchammad Muchammad}, title = {ANALISIS PENGARUH KETEBALAN ACETABULAR CUP PADA PERFORMA HIP IMPLANT MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA}, journal = {JURNAL TEKNIK MESIN}, volume = {13}, number = {2}, year = {2025}, keywords = {Analisis elemen hingga, hip implant, ketebalan acetabular cup, total hip arthroplashy}, abstract = { Hip joint (sendi pinggul) merupakan sendi yang menghubungkan tulang paha ke panggul. Seiring waktu berjalan sendi ini dapat memburuk dan menimbulkan masalah yang dapat membahayakan fungsinya. Total hip arthroplasty (THA) diperlukan agar penderita penyakit terkait tetap mampu beraktifitas kembali dengan normal. Proses tersebut dilakukan dengan mengganti sendi pinggul yang rusak dengan sendi pinggul buatan ( hip implant ) yang terdiri atas stem , femoral head , acetabular cup , dan backing cup . Penelitian ini berfokus pada pengaruh ketebalan acetabular cup terhadap hip implant pada kombinasi material yang berbeda. Dengan menggunakan kondisi batas standar yang merujuk pada ASTM F2996-13, analisis 3 dimensi menggunakan metode elemen hingga dilakukan untuk mengetahui pengaruh ketebalan acetabular cup terhadap hip implant . Artikulasi MoP dan MoM dengan material Co-Cr dan UHMWPE digunakan dalam analisis tersebut. Parameter yang digunakan adalah tegangan von Mises pada taperBody , deformasi total dan tegangan von Mises pada seluruh implant . Penelitian ini menunjukkan penambahan ketebalan acetabular cup memiliki pengaruh yang sama seperti penambahan diameter femoral head pada implant, serta implant dengan ketebalan acetabular cup tertinggi memiliki peforma yang lebih baik. Bagaimanapun, menambah ketebalan acetabular cu p tidak menghasilkan pengaruh yang signifikan terhadap kontur distribusi tegangan pada keseluruhan implant. }, issn = {2303-1972}, pages = {61--68} url = {https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jtm/article/view/51582} }
Refworks Citation Data :
Hip joint (sendi pinggul) merupakan sendi yang menghubungkan tulang paha ke panggul. Seiring waktu berjalan sendi ini dapat memburuk dan menimbulkan masalah yang dapat membahayakan fungsinya. Total hip arthroplasty (THA) diperlukan agar penderita penyakit terkait tetap mampu beraktifitas kembali dengan normal. Proses tersebut dilakukan dengan mengganti sendi pinggul yang rusak dengan sendi pinggul buatan (hip implant) yang terdiri atas stem, femoral head, acetabular cup, dan backing cup. Penelitian ini berfokus pada pengaruh ketebalan acetabular cup terhadap hip implant pada kombinasi material yang berbeda. Dengan menggunakan kondisi batas standar yang merujuk pada ASTM F2996-13, analisis 3 dimensi menggunakan metode elemen hingga dilakukan untuk mengetahui pengaruh ketebalan acetabular cup terhadap hip implant. Artikulasi MoP dan MoM dengan material Co-Cr dan UHMWPE digunakan dalam analisis tersebut. Parameter yang digunakan adalah tegangan von Mises pada taperBody, deformasi total dan tegangan von Mises pada seluruh implant. Penelitian ini menunjukkan penambahan ketebalan acetabular cup memiliki pengaruh yang sama seperti penambahan diameter femoral head pada implant, serta implant dengan ketebalan acetabular cup tertinggi memiliki peforma yang lebih baik. Bagaimanapun, menambah ketebalan acetabular cup tidak menghasilkan pengaruh yang signifikan terhadap kontur distribusi tegangan pada keseluruhan implant.
Last update: