skip to main content

PEMODELAN AEROSERVOELASTIK DENGAN PENGONTROL LQG, PID DAN MRAC GUNA FLUTTER SUPPRESSION MODEL SAYAP DUA DIMENSI

*Muhammad Dafa Maulana  -  Department of Mechanical Engineering, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Sudarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275, Indonesia
Achmad Widodo  -  Department of Mechanical Engineering, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Sudarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275, Indonesia
Ismoyo Haryanto  -  Department of Mechanical Engineering, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Sudarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275, Indonesia

Citation Format:
Abstract

Interaksi antara gaya elastisitas, gaya inersia dan aerodinamika pesawat terbang pada kecepatan udara tententu dapat menimbulkan masalah stabilitas aeroelastik berupa getaran tereksitasi diri (self-excited vibration) yang dikenal dengan istilah flutter. Flutter suppression merupakan teknik yang dilakukan untuk meningkatkan batas kecepatan flutter sehingga pesawat dapat terbang dengan kecepatan operasional yang tinggi serta dapat mengangkat beban yang lebih berat. Penelitian ini dilakukan mensimulasikan penerpan beberapa pengontrol seperti LQG, PID dan MRAC untuk mengatur sudut flap guna pengaplikasian flutter suppression untuk meningkatkan batas kecepatan flutter ini.  Penelitian ini melakukan penyederhaanaan analisis flutter sayap pesawat terbang dengan bentuk airfoil dua dimensi serta mencari tahu keefektifan pengontrol yang digunakan untuk meningkatkan batas kecepatan flutter. Persamaan gerak sistem ditentukan berdasarkan persamaan Lagrange. Guna memodelkan kuantitas gaya dan momen aerodinamikanya, digunakan pendekatan aerodinamika unsteady Theodorsen dan dapat diketahui batas stabilitasnya menggunakan metode . Pendekatan Roger dilakukan untuk mendapatkan state space domain waktu dan diketahui respon perpindahan gerak sebelum, saat dan setelah terjadinya flutter. Langkah terakhir adalah menaikkan batas kecepatan flutter dengan menggunakan pengontrol LQG, PID dan kontrol adaptif MRAC. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa kecepatan flutter dapat dinaikkan dengan menerapkan ketiga penontrol ini dan kontrol adaptif MRAC memberikan hasil yang paling baik.

Fulltext View|Download
Keywords: aeroservoelastic; control; flutter; flutter suppression
  1. Fonzi, N., Brunton, S. L., & Fasel, U. (2020). Data-driven nonlinear aeroelastic models of morphing wings for control. Proceedings of the Royal Society A: Mathematical, Physical and Engineering Sciences, 476(2239). https://doi.org/10.1098/rspa.2020.0079
  2. S, Nithin., & K, Vijayalaksmi bharathi. (2019). Review on Aeroelasticity (Vol 4, Issue 8). International Journal of Engineering Applied Sciences and Technology, 271-274
  3. Haryanto, I., Widodo, A., Prahasto, T., Sudharto, J., & -Semarang, T. (2012). Analisis Flutter Bilah Rotor Helikopter Dengan Pendekatan Aerodinamika Quasi-Steady dan Unsteady Pada Kondisi Terbang Maju
  4. Hodges, D. H., & Pierce, G. A. (2002). Introduction to Structural Dynamics and Aeroelasticity. Cambridge Aerospace Series
  5. Tewari, A., & Tewari, A. (2016). Aeroservoelasticity (pp. 1-11). Springer New York
  6. Nam, C., Kim, Y., & Weisshaar, T. A. (2001). Computational Aids in Aeroservoelastic Analysis Using MATLAB TM Chapter 1 Introduction to MATLAB
  7. TIFFANY, S., & KARPEL, M. (1989, April 3). Aeroservoelastic modeling and applications using minimum-state approximations of the unsteady aerodynamics. https://doi.org/10.2514/6.1989-1188
  8. Neville Sutherland, A. (2011). AEROSERVOELASTIC ANALYSIS, DESIGN AND WIND TUNNEL TESTING OF A THREE DEGREE-OF-FREEDOM BINARY FLUTTER MODEL
  9. Brunton, S. L., & Kutz, J. N. (2017). Data Driven Science & Engineering Machine Learning, Dynamical Systems, and Control
  10. Wicaksono, H., & Pramudijanto, J. (2004). Kontrol PID Untuk Pengaturan Kecepatan Motor DC Dengan Metode Tuning Direct Synthesis. In Jurnal Teknik Elektro (Vol. 4, Issue 1). http://puslit.petra.ac.id/journals/electrical/

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.