*Ditto Aryasena Pribadie
-
Department of Mechanical Engineering, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Sudarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275, Indonesia
Berkah Fajar Tamtomo Kiono
-
Department of Mechanical Engineering, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Sudarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275, Indonesia
Khoiri Rozi
-
Department of Mechanical Engineering, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Sudarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275, Indonesia
Abstract
Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan fluida kerja sekunder yang
digunakan untuk mengetahui jenis fluida kerja yang memiliki efisiensi dan
menghasilkan kerja paling tinggi. Fluida kerja yang digunakan adalah n-pentane,
isopentane, R141b, dan R123. Standar operasional pembangkit didapatkan berdasarkan
data laporan produksi pada lapangan. Metode yang dilakukan adalah dengan simulasi
numerik dengan bantuan perangkat lunak Engineering Equation Solver. Persamaan
yang digunakan lalu divalidasi dengan data lapangan. Setelah hasil sesuai keinginan,
dilanjutkan dengan memvariasikan dengan fluida kerja lainnya. Dari hasil pembahasan
didapatkan bahwa performa fluida kerja n-pentane memiliki nilai efisiensi dan kerja
yang paling baik. Hasil lain dari penelitian ini adalah menganalisis sifat kimia fluida
kerja yang digunakan yang memiliki pengaruh terhadapat lingkungan. Didapatkan data
bahwa nilai Global Warming Potential dan Ozone Depletion Potential fluida kerja jenis
pentane memiliki nilai terendah yaitu 0 dan 0,1. Sedangkan dari semua fluida kerja
yang digunakan, fluida kerja R123 memiliki kelas B1 dimana kelas tersebut
mengindikasikan bahwa fluida kerja ini memiliki tingkat racun rendah dan tidak mudah
terbakar.