skip to main content

RANCANG BANGUN PERANGKAT APLIKASI G-CODE GENERATOR POLA SAMBUNGAN TENON MORTISE

*Mochamad Agung Tri Sulaksono  -  Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Soedarto, SH, Tembalang, Semarang, Jawa Tengah, 50275, Indonesia
Susilo Adi Widyanto  -  Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Soedarto, SH, Tembalang, Semarang, Jawa Tengah, 50275, Indonesia
Paryanto Paryanto  -  Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Soedarto, SH, Tembalang, Semarang, Jawa Tengah, 50275, Indonesia

Citation Format:
Abstract
Sambungan merupakan komponen penting dalam industri mebel. Sambungan Tenon dan mortise menjadi salah satu sambungan yang masih digunakan pada industri mebel. Pembuatan sambungan yang dilakukan secara manual akan memakan waktu yang lebih lama dan memiliki ketelitian yang kecil. Berdasarkan dari permasalahan tersebut maka dengan adanya teknologi akan membantu dalam proses produksi pada industri mebel. CNC (Computerize Numerical Control) merupakan salah satu teknologi yang dapat membantu dalam proses produksi. CNC merupakan mesin yang bekerja dengan input numerical control yang berupa G/M Code. Penelitian ini mengusulkan aplikasi G-Code generator pola sambungan Tenon dan mortise yang dapat diaplikasikan pada mesin CNC Tenon mortise. Perangkat aplikasi menerima input parameter bentuk benda yang diinginkan berupa jenis pola Tenon atau mortise, ukuran dimensi, feedrate, kecepatan spindle, dan formasi. Parameter diperoleh dari user manual input, lalu perangkat aplikasi dapat men-generate G-Code membentuk pola yang diinginkan. Pembuatan perangkat aplikasi meliputi perancangan algoritma pemrograman, desain dan pemrograman UI/UX, dan pemrograman perhitungan gerak pahat. Semua proses pembuatan aplikasi menggunakan IDE Borland Delphi 7 dan untuk simulasi hasil dari G-Code menggunakan CNC Simulator Pro serta pengujian hardware pada driver yang terpasang firmware GRBL untuk menggerakan motor stepper. Hasil perhitungan G-Code ini terdiri dari penentuan koordinat yaitu menggunakan koordinat incremental. Pada jenis pola sambungan Tenon terdiri dari pemakanan wilayah benda kerja lalu pola pemakanan membentuk Tenon, dan untuk pola sambungan mortise pola pemakanan hanya membentuk lubang yang menyesuaikan bentuk dari Tenon. Maksimal formasi yang dapat terbentuk sebanyak 3 formasi Tenon atau mortise, dan hasil G-Code dapat disimpan dalam jenis file (.nc).
Fulltext View|Download
Keywords: aplikasi; delphi; cnc; g-code; grbl; mortise; tenon

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.