Analisis Aerodinamika Body Mobil Hemat Energi Antawirya Residual-Sat Dengan Menggunakan Metode Computational Fluid Dynamics

*Joshua Sam Jhon S  -  Aerodinamika, Computational Fluid Dynamics (CFD), Drag Coefficient, vortisitas, Indonesia
M.S.K. Tony Suryo Utomo  -  Dosen Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Published: 3 Jan 2017.
View
Open Access
Citation Format:
Abstract
Tahanan Aerodinamika, gaya angkat aerodinamik, dan momen angguk aerodinamik memiliki pengaruh yang bermakna pada unjuk kendaraan pada kecepatan sedang dan tinggi. Peningkatan penekanan pada penghematan bahan bakar dan pada penghematan energi telah memacu keterkaitan baru dalam memperbaiki unjuk kerja aerodinamika pada jalan raya. Seiring dengan terus berkembang nya teknologi, para engineer industri otomotif berusaha menekan koefisien gaya tahanan (Cd) seminimal mungkin, sehingga konsumsi bahan bakar dapat ditekan. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan upaya perancangan body mobil yang lebih aerodinamis dan mendesain kembali mobil Antawirya Turangga Veda terdahulu dengan nama Anntawiya Turangga Veda 2, mensimulasikan dan membandingkan hasil simulasi dalam hal ini nilai drag coefficient pada kedua desain, serta mengetahui pola aliran udara di sekitar body mobil. Simulasi aerodinamika mobil dilakukan di dalam wind tunnel yang ditetapkan sebagai domain komputasi dengan menggunakan Computational Fluid Dynamics (CFD). Menggunakan metode turbulen k-epsilon realizable standard wall function, yang ditentukan berdasarkan validasi pada fenomena aliran streamline. Menggunakan metode diskretisasi second order upwind untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat. Jumlah masing-masing grid untuk mobil Antawirya Turangga Veda terdahulu dan Antawirya Turangga Veda 2 adalah sebesar 875565 dan 1030229. Hasil dari simulasi menunjukkan penurunan pada nilai drag coefficient mobil Antawirya Turangga Veda 2 terhadap mobil Antawirya terdahulu, yaitu pada kecepatan 40 km/h terjadi penurunan drag coefficient sebesar 19,37 %, pada 50 km/h penurunan sebesar 19,43 %, pada 60 km/h penurunan sebesar 19,51 %, pada 70 km/h penurunan sebesar 19,56 %. Fenomena vortisitas terjadi pada bagian belakang body mobil, dimana vortisitas pada mobil Antawirya Turangga Veda 2 lebih sedikit dibandingkan mobil Antawirya Turangga Veda terdahulu. Hal ini dikarenakan body mobil Antawirya Turangga Veda 2 lebih aerodinamis
Keywords: Aerodinamika, Computational Fluid Dynamics (CFD), Drag Coefficient, vortisitas

Article Metrics: