PENGARUH PENAMBAHAN UNSUR SILIKON (Si) PADA SHAFT PROPELLER BERBAHAN DASAR Al-Mg-Si

*Ajeng Fitria Satriani  -  Mahasiswa Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Athanasius Priharyoto Bayuseno  -  Dosen Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Published: 1 Apr 2016.
View
Open Access
Citation Format:
Abstract

Aluminium dan paduannya merupakan logam non ferrous yang cukup luas penggunaanya. Shaft propeller merupakan salah satu bagian terpenting dari instalasi penggerak kapal. HPDC (High Pressure Die Casting) merupakan salah satu metode dalam proses pengecoran. Heat treatment dilakukan untuk memperbaiki sifat mekanis dengan proses precipitation hardening . Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data nilai porositas, kekuatan tarik, kekerasan, dan struktur mikro sehingga dapat dibandingkan sifat mekanis antara produk chassis dengan penambahan unsur Magnesium (Mg) dan tanpa penambahan unsur Magnesium (Mg). Dalam penelitian ini, HPDC dilakukan pada tekanan konstan 7 MPa dan variasi penambahan unsur Magnesium (Mg) 0 wt%, 10 wt%, 11wt%, dan 12 wt%. Penambahan unsur magnesium dilakukan melaui proses stirring selama 5 menit dengan kecepatan 65 rpm dengan temperatur penuangan 750oC. Uji porositas dilakukan dengan menggunakan hukum Archimedes yaitu menimbang massa basah dan kering spesimen uji. Uji tarik menggunakan Universal Testing Machine, uji kekerasan menggunakan metode Rockwell dengan skala B, dan uji struktur mikro menggunakan mikroskop optik dengan perbesaran 200X. Hasil pengujian porositas menunjukkan bahwa porositas semakin menurun, pada variasi 0% Mg porositas sebesar 7,85%, pada variasi 11% Mg sebesar 4,96%, dan pada variasi 12% Mg sebesar 3,75%. Kekerasan meningkat seiring dengan penambahan unsur Mg. Hasil pengujian kekerasan menunjukkan bahwa kekerasan meningkat, pada variasi 0% Mg sebesar 62,71 HRB, pada variasi 10% Mg sebesar 70,90 HRB,  pada variasi 11% sebesar 71,95 HRB dan pada variasi 12% Mg sebesar 78,90 HRB. Hal ini terjadi karena solidifikasi terjadi lebih cepat sehingga presipitat tumbuh dengan sempurna yang menyebabkan material memiliki jarak antar butir kristal lebih rapat sehingga sulit terjadi dislokasi pada butir.

Keywords: Alumunium,heat Treatment,porositas

Article Metrics: