ESTIMASI KEBUTUHAN BAHAN BAKAR KAPAL PENUMPANG PELABUHAN TANJUNG EMAS SEMARANG SAMPAI TAHUN 2040 MENGGUNAKAN SOFTWARE LEAP

*Rifki Firdaus  -  Mahasiswa Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro., Indonesia
M.S.K Tony Suryo Utomo  -  Dosen Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro., Indonesia
Published: 4 Jan 2016.
View
Open Access
Citation Format:
Abstract

Indonesia merupakan negara kepulauan yang bergantung pada transportasi laut. Kapal laut memegang peranan penting dalam berjalannya moda transportasi ini. Pelabuhan Tanjung Mas adalah salah satu pelabuhan yang berpengaruh di Indonesia. Pertumbuhan arus penumpang sebesar 18% tiap tahunnya menjadikan pelabuhan Tanjung Mas menjadi salah satu dari 24 pelabuhan pendukung berjalannya tol laut. Peningkatan jumlah penumpang ini mengharuskan penambahan armada dan trayek perjalanan yang tentunya berdampak pada peningkatan konsumsi bahan bakar, biaya maupun emisi yang dihasilkan. Perlu adanya manajemen dan estimasi yang baik untuk menghasilkan perencanaan pengelolaan energi yang tepat. Tujuan penelitian ini adalah mengestimasi jumlah kebutuhan bahan bakar kapal penumpang di Pelabuhan Tanjung Emas sampai tahun 2040 menggunakan software LEAP, mengetahui emisi gas yang dihasilkan menurut TED LEAP dan merencanakan alternatif penghematan bahan bakar yang dapat dilaksanakan. Metode penelitian yang dilakukan berupa studi pustaka dan observasi. Perencanaan energi dilakukan dengan menggunakan beberapa skenario yaitu Business as Usual (BaU), Additional Ships (AS), Advanced Technology (AT) dan Alternative Fuel Replacement (AFR). Hasil simulasi didapat bahwa konsumsi bahan bakar pada tahun 2040 pada skenario BaU adalah 1.650,6 ribu SBM solar, AS adalah 1.033,1 ribu SBM solar, AT adalah 1.568,3 ribu SBM solar dan AFR adalah 1.647,6 ribu SBM solar dengan rincian 1.155,4 ribu SBM solar dan 492,2 ribu SBM biodiesel. Emisi yang dihasilkan secara keseluruhan pada skenario BaU sebesar 722.091,39 metrik ton. Skenario AS mampu mereduksi emisi secara keseluruhan sebesar 32,1%, AT mampu mereduksi emisi secara keseluruhan sebesar 4,1% dan AFR mampu mereduksi emisi secara keseluruhan sebesar 0,1%. Dapat disimpulkan bahwa berdasarkan skenario yang paling banyak konsumsi bahan bakarnya adalah BaU, AFR, AT dan AS.

Keywords: Bahan Bakar, Emisi, Kapal Laut, LEAP, Skenario

Article Metrics: