PERAN POSYANDU UNTUK MENANGANI STUNTING DI DESA MEDINI KECAMATAN UNDAAN KABUPATEN KUDUS

Ririn Novianti, Hartuti Purnaweni, Ari Subowo
DOI: 10.14710/jppmr.v10i3.31425

Abstract

Stunting adalah masalah kesehatan gizi yang masih banyak dijumpai di berbagai daerah. Efek jangka panjang dari stunting dapat mengancam kualitas sumber daya manusia di masa depan. Di Kabupaten Kudus, stunting menjadi salah satu isu prioritas pembangunan kesehatan. Adapun salah satu daerah yang memiliki angka stunting cukup tinggi adalah Desa Medini di Kecamatan Undaan. Desa Medini adalah desa dengan angka stunting tertinggi di Kecamatan Undaan. Langkah yang diambil oleh pemerintah untuk menangani stunting adalah dengan mengoptimalkan peran posyandu. Salah satu peran yang dinilai dapat membantu menangani stunting di Desa Medini adalah peran posyandu dalam memberikan penyuluhan dan konseling kesehatan gizi yang tujuannya adalah meningkatkan kesadaran dan pengetahuan Ibu balita agar terjadi perubahan perilaku yang lebih baik. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis peran posyandu untuk menangani stunting dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Menggunakan data primer dari hasil wawancara pada Petugas Gizi UPT Puskesmas Undaan, Pembina Posyandu dan Ibu balita dan observasi. Data sekunder berupa jurnal penelitian, buku, dan dokumen terkait diperoleh dari studi kepustakaan. Ditemukan bahwa peran posyandu dalam memberikan penyuluhan dan konseling kesehatan gizi lebih bersifat preventif. Peran tersebut dinilai belum maksimal karena kualitas sumber daya yang masih kurang, tingkat pendidikan kader, kemampuan penyampaian materi penyuluhan oleh kader yang belum memadai, penyampaian informasi yang belum menyeluruh dan belum dipahami secara utuh oleh Ibu balita. Adapun beberapa hambatan lainnya adalah seperti anggaran posyandu untuk menangani stunting yang terbatas, masih terdapat sarana prasarana yang belum terpenuhi dan kualitas kader posyandu yang masih membutuhkan pembinaan yang lebih intens. Disarankan bahwa pembinaan kader posyandu harus dilakukan secara konsisten dan berkala dengan fokusnya adalah penyampaian materi penyuluhan dan konseling kesehatan gizi serta pemenuhan sarana prasarana dan anggaran penanganan stunting yang masih kurang

Full Text: PDF

Keywords

Stunting, Posyandu, Peran, Penyuluhan dan Konseling Gizi