skip to main content

ANALISIS KINERJA DINAS PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK (DP3A) KOTA SEMARANG DALAM MENGATASI KASUS TINDAK KEKERASAN SEKSUAL TERHADAP ANAK

*Devi Mariska  -  S1 Ilmu Pemerintahan, Indonesia
Yuwanto Yuwanto  -  Universitas Diponegoro, Indonesia
Puji Astuti  -  Universitas Diponegoro, Indonesia

Citation Format:
Abstract
Kasus tindak kekerasan seksual terhadap anak di Kota Semarang mengalami peningkatan. Kota Semarang menjadi wilayah dengan angka kasus tindak kekerasan anak tertinggi di Jawa Tengah. DP3A Kota Semarang berperan penting dalam memberikan perlindungan kepada anak – anak yang menjadi korban tindak kekerasan melalui berbagai program, mulai dari program preventif, kuratif hingga rehabilitasi dan reintegrasi sosial. Penanganan kasus tindak kekerasan seksual terhadap anak telah menjadi salah satu fokus utama Renstra DP3A Kota Semarang, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja DP3A Kota Semarang dalam mengimplementasikan program perlindungan khusus anak. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data, melalui wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Hasil penelitian, DP3A Kota Semarang telah menunjukkan kinerja yang cukup baik dalam upaya perlindungan khusus anak. DP3A Kota Semarang secara berkelanjutan telah menjalankan upaya – upaya dalam mencegah dan menangani kasus tindak kekerasan seksual terhadap anak, meliputi kegiatan sosialisasi edukasi, pendampingan hingga pemulihan bagi korban. Pelaksanaan program DP3A Kota Semarang didukung kerja sama yang kuat antar stakeholders dalam menyediakan layanan pendampingan yang intensif bagi korban serta memenuhi kebutuhan korban pada rumah aman (shelter). Namun, pada tahun 2023 persentase anak korban kekerasan yang ditangani menurun sebesar 0,001% dari tahun sebelumnya. Penurunan disebabkan oleh beberapa faktor penghambat, seperti keterbatasan sumber daya, lemahnya SOP kerja sama untuk mengatur koordinasi antar stakeholders dan rendahnya kesadaran masyarakat dalam mencegah dan melaporkan kasus tindak kekerasan seksual terhadap anak menjadi hambatan dalam pelaksanaan program. Berdasarkan analisis kinerja, DP3A Kota Semarang telah melaksanakan telah berupaya untuk memberikan layanan kepada korban tindak kekerasan seksual terhadap anak melalui program preventif, kuratif hingga rehabilitasi dan reintegrasi sosial. Namun, akibat dari penyusutan realisasi anggaran menyebabkan hambatan dalam pelaksanaan layanan pendampingan bagi korban. Dibutuhkan optimalisasi fasilitas maupun tenaga ahli pendamping untuk memperluas jangkauan layanan dan meningkatkan kualitas pendampingan korban. Selain itu, pemanfaatan media sosial untuk informasi berkala dalam membangun kepercayaan publik terhadap kinerja DP3A Kota Semarang. Kata Kunci: Analisis Kinerja, Perlindungan Khusus Anak, Tindak Kekerasan Seksual
Fulltext View|Download

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.