DISKONTINUITAS KOTA KREATIF PEKALONGAN DALAM PERSPEKTIF COLLABORATIVE GOVERNANCE

Nur Mahya Maulidya, Laila Kholid Alfirdaus

Abstract


Collaborative Governance menjadi salah satu strategi tata kelola pemerintahan yang memiliki stigma
positif dapat menyelesaikan permasalahan dengan baik. Jika ditelisik lebih dalam bukan berarti teori
ini tidak memiliki sisi lain sebagai celah. Melalui program kota kreatif Pekalongan, perspektif
Collaborative Governance menarik untuk dikaji melihat bahwa 5 tahun menyandang predikat kota
kreatif belum mengalami perkembangan, bahkan masyarakat jauh lebih mengenal Kota Bandung
sebagai kota kreatif. Dengan diperkuat melalui penelitian secara kualitatif, wawancara, observasi, dan
studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses kolaborasi dalam mewujudkan Kota
Pekalongan sebagai Kota Kreatif tidak terjadi karena prosesnya yang memang tidak sederhana. Tidak
cukup hanya melihat peran dan hubungan, tetapi aspek politis sebagai bentuk rasionalitas para aktor
yang terdapat dalam hubungan tersebut. Penelitian ini berargumen bahwa kolaborasi yang dilakukan
oleh para aktor kota kreatif Pekalongan belum berjalan dengan baik. Terdapat dominasi pemerintah
yang menyebabkan perkembangan beberapa program usulan aktor lain tidak dapat terealisasi.
Sementara disisi lain, dominasi pemerintah juga diperlukan karena Kota Kreatif akan berkaitan
dengan jaringan kota kreatif daerah lain yang tentunya memerlukan campur tangan pemerintah.


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.