IMPLEMENTASI PROGRAM E-WARONG KUBE-PKH DI KOTA SEMARANG

Published: 26 Dec 2018.
View
Open Access
Citation Format:
Abstract

Kemiskinan di kota Semarang menjadi latar belakang penelitian ini. Selain pula banyak ditemukan di beberapa daerah sampel selain kota Semarang, bahwa program e-Warong Kube-PKH tidak berjalan sesuai harapan. Pertanyaan yang muncul kemudian ialah bagaimana implementasi program e-Warong Kube-PKH di Kota Semarang? yang notabene termasuk kota dengan jumlah penduduk miskin terbanyak di antara kota-kota lainnya di Jawa Tengah. Kemudian faktor apa saja yang menyebabkan munculnya berbagai kendala dalam implementasi program tersebut?. Tujuan penelitian untuk mendapatkan data/informasi terkait implementasi program e-Warong Kube-PKH di Kota Semarang. Selain itu, untuk menganalisis faktor yang menyebabkan munculnya berbagai kendala dalam implementasi program e-Warong Kube-PKH tersebut. Upaya menjawab permasalahan dan tujuan penelitian dilakukan dengan menggunakan teori implementasi kebijakan sebagai salah satu varian teori dalam studi mengenai kebijakan publik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif. Adapun sampel dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling dan snowball sampling. Berdasarkan hasil penelitian, dapat ditarik kesimpulan bahwa implementasi program e-Warong Kube-PKH di Kota Semarang belum berjalan maksimal, dinilai belum efektif dan tidak tepat sasaran. Sehingga masih diperlukan berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan program e-Warong Kube-PKH di Kota Semarang. Disarankan Pemerintah Kota Semarang perlu mengoptimalkan sosialisasi dan pembimbingan bagi pendamping sosial, Kube Jasa, dan KPM terkait fungsi dan tujuan program e-Warong Kube-PKH. Pemerintah juga perlu segera menyelesaikan masalah double data dan data-data yang tidak tepat, serta regulasi dan sanksi yang tegas bagi pelaku penyalahgunaan wewenang baik dalam pendataan warga miskin maupun dalam penyaluran bantuan sosial.

Article Metrics: