Manajemen Konflik Dalam Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan Jalan Tol Batang – Semarang

Published: 26 Dec 2018.
View
Open Access
Citation Format:
Abstract

Proses Pengadaan Tanah dalam pembangunan untuk kepentingan umum pada umumnya akan penuh dengan masalah. Hal ini disebabkan karena kepentingan umum selalu mengorbankan kepentingan pribadi, dan ketersediaan tanah yang terbatas. Dalam proses pengadaan tanah pada pembangunan Jalan Tol Batang – Semarang, terdapat beberapa permasalahan namun dapat teratasi dengan baik oleh Tim Pengadaan Tanah. Hal ini menjadi faktor ketertarikan peneliti dalam meneliti manajemen konflik dalam pengadaan tanah bagi pembangunan Jalan Tol Batang – Semarang.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yaitu tipe penelitian yang bertujuan untuk menganalisis secara mendalam suatu fenomena yang berkaitan dengan fokus penelitian yang akan didalami. Sumber yang digunakan adalah data – data primer dan sekunder, serta data mengenai proses jumlah pengadaan tanah yang sudah terealisasi. Subyek penelitian penelitian ini Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Dinas Agraria dan Tata Ruang.
Berdasarkan hasil penelitian bahwa pelaksanaan manajemen konflik dan negosiasi pengadaan tanah dalam pembangunan jalan tol Batang – Semarang telah berjalan dengan baik walaupun terdapat beberapa tahapan dalam pengadaan tanah yang belum efektif dimana yang mengakibatkan efek menjadi melesetnya target penyelesaian dalam pengadaan tanah. Terdapat 598 Bidang tanah milik penduduk yang melakukan penolakan terhadap pengadaan tanah ini tetapi hal ini dapat diatasi oleh pemerintah. Dalam konteks ini pemerintah harus lebih aktif dalam proses pendekatan atau pemberian pemahaman kepada masyarakat, serta harus lebih transparan kepada warga terkait harga dari hasil penilaian tim Apprsial mengenai hal apa yang menjadi dasar penilaian dari tim Apprisial.

Article Metrics: