ANALISIS WACANA BERITA-BERITA POLITIK PRESIDEN SUSILO BAMBANG YUDHOYONO OLEH EDITORIAL MEDIA INDONESIA TAHUN 2010

*Lintang Nurendah  -  , Indonesia
Published: .
View
Open Access
Citation Format:
Abstract

Perkembangan media massa dan politik di Indonesia dari masa ke masa memiliki benang merah yang menghubungkan keduanya. Sebuah pemerintahan yang sedang berkuasa membawa warna tersendiri dalam hubungan mereka dengan media massa. Masa Orde Baru dapat kita jadikan sebagai salah satu contoh penting dalam sejarah bangsa Indonesia dimana pemerintahan Orde Baru lebih memilih untuk menggunakan media massa sebagai alat yang berada didalam kekuasaanya. Pada saat itu, sebuah kebebasan mengabarkan berita menjadi sebuah harga yang mahal.

Jaman kemudian berganti menjadi sebuah era baru dimana millenium lebih menghargai apa yang disebut dengan tanggung jawab untuk mengabarkan berita dan fakta seputar berbagai peristiwa. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) adalah sebuah kasus yang layak untuk diamati. Pemerintahan pimpinannya merupakan contoh model yang tidak alergi terhadap media dan disisi lain pemerintahan kabinet SBY ini justru sering menjadi bahan kritikan dalam pemberitaan media. Penelitian dalam rangka memenuhi Tugas Akhir Strata-1 yang dilakukan adalah dengan menjadikan Editorial Media Indonesia sebagai obyek penelitian. Sebuah kaidah jurnalistik mengatakan bahwa dalam setiap pemberitaanya media haruslah mengedepankan objektifitas dan juga independecy. Kaidah tersebut ternyata memiliki celah longgar dimana sebuah rubrik bernama tajuk rencana justru memberikan kebebasan kepada setiap institusi media untuk menjadi sebyektif dan tidak netral.

Editorial Media Indonesia merupakan tajuk rencana yang selama ini berani menggunakan kata-kata ofensif untuk mengkritik pemerintahan Presiden Bambang Yudhoyono (SBY) menarik untuk diteliti. Melalui metode analisis wacana yang terbilang baru, penelitian ini akan melihat bagaimana Presiden SBY digambarkan dengan membedah melalui level tekstual, kognisi sosial, dan analisis sosialnya.

 

 

Kata kunci       :           pers, politik, Editorial Media Indonesia, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, analisis wacan

Article Metrics: