Peran MIGRANT CARE dalam Mengadvokasi Kepentingan Buruh Migran Indonesia Tahun 2014-2015

Published: 9 Jun 2017.
View
Open Access
Citation Format:
Abstract

Abstrak
Buruh migran Indonesia masih menjadi kelompok yang rentan terhadap beragam permasalahan, di samping kontribusinya dalam menambah pendapatan negara. Situasi rentan menjadi implikasi dari belum mewujudnya tata kelola migrasi tenaga kerja yang aman, juga belum terpenuhinya kepentingan-kepentingan buruh migran Indonesia yang menjadi tanggung jawab negara. Dalam perkembangan era Reformasi, permasalahan yang dihadapkan pada buruh migran menjadi perhatian publik, utamanya bagi kelompok masyarakat sipil yang berfokus memperjuangkan hak-hak buruh migran, salah satunya Migrant CARE. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana peran Migrant CARE sebagai entitas masyarakat sipil dalam mengadvokasi kepentingan buruh migran Indonesia pada rentang waktu tahun 2014-2016, serta menganalisa apa saja yang menjadi faktor pendukung dan faktor kendala bagi Migrant CARE dalam menjalankan peranannya.
Tipe penelitian ini adalah kualitatif yang bersifat deskriptif analitis. Data diperoleh dari sumber data primer dan data sekunder yang digunakan sebagai instrumen analisis. Teknik pengumpulan data yang digunakan di antaranya adalah wawancara mendalam, studi pustaka/dokumen, dan observasi.
Hasil penelitian menunjukan peran Migrant CARE sebagai entitas masyarakat sipil pada tahun 2014-2016 mampu membangun upaya-upaya yang solutif dalam mengadvokasi kepentingan-kepentingan buruh migran Indonesia. Hal ini ditunjukkan melalui serangkaian peran Migrant CARE dalam melakukan pendampingan kasus, advokasi kebijakan, penelitian, juga pemberdayaan buruh migran untuk mendorong gerakan inisiatif pewujudan tata kelola migrasi tenaga kerja yang aman dan kedaulatan bagi buruh migran. Beberapa faktor yang mendukung peran Migrant CARE adalah citra positif, strategi dan tujuan yang diterima secara sosial dan dukungan dalam aspek finansial maupun politik. Kendati masih ditemukan beberapa faktor yang menjadi tantangan, seperti perspektif pemerintah yang belum berpihak kepada buruh migran, praktik korupsi dalam pelayanan buruh migran, serta dinamika internal organisasi. Rekomendasi dari penelitian ini ditujukan kepada Migrant CARE untuk lebih memperhatikan aspek keberlanjutan dari peran yang dilakukan, serta kepada Pemerintah untuk dapat lebih mengapresiasi dan memberikan ruang pelibatan yang luas kepada elemen masyarakat sipil dalam perumusan kebijakan.
Kata Kunci: Peran Masyarakat Sipil, Migrant CARE, Buruh Migran

Article Metrics: