Pola Kemitraan Antara Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang Dan Kelompok Prenjak Dalam Pengelolaan Eco EduWisata Desa Tapak Kota Semarang Tahun 2016

Published: 27 Mar 2017.
View
Open Access
Citation Format:
Abstract

ABSTRAKSI Dewasa ini masyarakat luas sudah mulai mengetahui peran penting hutan mangrove. Namun, kerusakan mulai menguasai kelestarian hutan mangrove. Permasalahan kerusakan mangrove ini sangat dihindari oleh Kelompok Prenjak, salah satu civil society yang bergerak di bidang lingkungan hidup di Kota Semarang melalui program eco edukasi wisata desa Tapak, Tugurejo. Dalam penelitian ini, peneliti berfokus pada bagaimana hubungan kemitraan Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang dengan Kelompok Prenjak dalam Pengelolaan Eco Edukasi Wisata Desa Tapak Kota Semarang tahun 2016. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif.
Hasil penelitian menunjukan bahwa dalam pola kemitraan antara Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang dan Kelompok Prenjak dalam Pengelolaan eco edukasi wisata Tapak mengalami fluktuatif . Namun, penurunan hubungan kemitraan lebih mendominasi. Dimulai dari tidak adanya komunikasi yang baik sehingga tidak lagi muncul rasa saling percaya, tidak adanya pernjanjian MOU, sarana dan prasana yang kurang memadai, dan tidak adanya peraturan konflik. Permasalahan utama yang menjadi faktor penghambat program eco edukasi wisata Tapak belum berkembang secara optimal, adalah tidak adanya keberpihakan pemerintah Kota Semarang, kaitannya dengan kepemilikan lahan Tugurejo yang telah dijual dan dalam program reklamasi dengan jangka waktu 40 tahun oleh investor.
Rekomendasi yang bisa dilakukan untuk tetap mampu mengembangkan pengelolaan eco edukasi wisata Tapak adalah pemkot Semarang dan Prenjak memiliki niat baik untuk membuat ruang terbuka hijau, pembebasan lahan Tapak dan Prenjak melakukan proses lobby, membangun networking ke berbagai pihak dan menyampaikan konsep eco edukasi wisata ke ranah umum.
Kata Kunci : Mangrove, Civil Society, Kemitraan

Article Metrics: