SENGKETA TATA KELOLA ANTAR INSTANSI PEMERINTAH: STUDI KASUS PENGELOLAAN OBYEK WISATA TELAGA WARNA DIENG TAHUN 2012 - 2015

Published: 30 Jun 2016.
Open Access
Citation Format:
Abstract
ABSTRAKSIHubungan kemitraan tidak akan berjalan dengan baik tanpa adanya kesetaraan dan kepercayaandari masing-masing pihak. Meski hubungan kemitraan itumelibatkan antar instansi pemerintah,namun jika tidak dilandasi dua hal tersebut, maka akan rawan menimbulkansengketa. Seperti yangterjadi pada kemitraan pengelolaan obyek wisata Telaga Warna Dieng yang dilakukan olehPemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonosobo dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA)Jawa Tengah. Kedua belah pihak yang awalnya bekerja sama kemudian menjadi bersengketa.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kemitraan yang terjalin, mengidentifikasipenyebab dan dampaksengketa, dan terakhir berusaha memberikan rekomendasi penyelesaiansengketa.Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif-kualitatif. Penelitiandilakukan di Kantor Pariwisata Ekonomi Kreatif Kabupaten Wonosobo, BKSDAJawa Tengah,dan BKSDAperwakilan Kabupaten Wonosobo,sertasekitar Telaga Warna Dieng. Teknikpengumpulan data penelitian ini diambil dari wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemitraan yang terjalin antara Pemkab Wonosobodan BKSDAJawa Tengahtidaklah memenuhi prinsip kesetaraan dan kepercayaan. Mulai darikedudukan yang berbeda tingkatan, perbedaan tugas dan fungsi instansi, hingga pembagiankeuntungan yang timpang. Akibatnya,sengketatidak bisa dihindari dan berakhir denganpemutusan kerjasama. Kerugian yang ditimbulkan tidak hanya bagi pihak yang bersengketasaja,namun meluas ke masyarakat dan para pelaku pariwisata.Hasil penelitian ini diharapkan bisa menjadi acuan dalam upaya resolusisengketaantaraPemkab Wonosobo dan BKSDAJawa Tengahdengan menekankan pada kerjasama yang sesuaidengan prinsip kemitraan, agar di masa mendatang tidak terjadi kembalisengketayang merugikanberbagai pihak ini.Kata kunci: kemitraan,sengketa, pengelolaan, obyek wisata.

Article Metrics: