Studi Akresi dan Erosi Pantai di Pantai Sikucing, Kabupaten Kendal Dengan Menggunakan Model GENESIS (Generalized Model for Simulating Shoreline Change)

Received: 27 Jan 2015; Published: 31 Jan 2015.
View
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: ID
Statistics: 108 63
Abstract

Garis pantai adalah garis batas pertemuan daratan dan air laut, dimana posisinya tidak tetap dan dapat berpindah sesuai dengan pasang surut air laut, akresi dan erosi pantai yang terjadi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui besaran akresi dan erosi di Pantai Sikucing dalam lima tahun ke depan (2014 - 2019). Penelitian dilakukan pada tanggal 15 sampai dengan 30 Maret 2014 di Pantai Sikucing Kabupaten Kendal dengan menggunakan metode kuantitatif, sampel sedimen dasar diambil di 9 titik dengan menggunakan metode purposive sampling. Pengukuran tinggi dan periode gelombang menggunakan palm gelombang. Peramalan gelombang menggunakan data angin yang diperoleh dari stasiun pengukuran angin Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Semarang. Prediksi perubahan garis pantai dengan pendekatan model GENESIS (Generalized Model for Simulating Shoreline Change).Hasil penelitian menunjukkan gelombang di Pantai Sikucing dominan datang dari arah barat laut saat musim barat dan peralihan I serta dari arah timur laut saat musim timur dan peralihan II. Pada rentang waktu 2014 sampai 2019, Pantai Sikucing mengalami akresi atau penambahan sedimen sebanyak 229,39 m2 dan mengalami erosi sebesar 217,24 m2. Pada wilayah di Desa Sikucing mengalami akresi lebih besar dibanding dengan Desa Gempolsewu. Dengan demikian 5 tahun ke depan Pantai Sikucing diprediksi mengalami penambahan luasan lahan atau akresi.

Keywords: Akresi, Erosi, GENESIS, Pantai Sikucing

Article Metrics: