KAJIAN KERENTANAN PANTAI DI PESISIR KABUPATEN CILACAP, JAWA TENGAH

*Ivan Febriansyah  -  , Indonesia
Agus Anugroho D.S  -  , Indonesia
Muhammad Helmi  -  , Indonesia
Published: 31 Oct 2012.
View
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: EN
Statistics: 441 383
Abstract

Abstrak

 

Wilayah pesisir merupakan ruang pertemuan antara daratan dan lautan, karenanya wilayah ini merupakan suatu wilayah yang unik secara geologis, ekologis, dan merupakan domain biologis yang sangat penting bagi banyak kehidupan di daratan dan di perairan termasuk manusia. Pantai dapat dipandang sebagai mekanisme yang efektif yang menyebabkan gelombang menjadi pecah dan energinya diserap. Pantai berfungsi sebagai buffer, melindungi tebing laut dan konstruksi dibelakangnya dari serangan gelombang. Kehilangan asupan sedimen yang lama dari pantai, tentu akan berdamapak pantai tidak mampu berfungsi sebagai buffer lagi dan kerusakan terhadap bangunan dibelakangnya akan mungkin terjadi sehingga kajian kerentanan pantai merupakan hal yang penting untuk dikaji. Indeks kerentanan pantai didapatkan dengan melakukan perhitungan 6 (enam) variable – variable yang mempengaruhi kerentanan pantai di Pesisir Kabupaten Cilacap yaitu geomorfologi, perubahan garis pantai, kemiringan pantai, perubahan elevasi muka air relative, rata – rata tinggi gelombang serta rata – rata kisaran pasang surut. Hasil perhitungan menunjukan bahwa sepanjang peisir Kabupaten Cilacap yang terdiri dari 6 Kecamatan hanya satu kecamatan yang memiliki tingkat kerentanan sedang (4.24) yaitu kecamatan Nusawungu, sedangkan Kecamatan – kecamatan lainnya memiliki tingkat kerentanan rendah (2.45) yaitu kecamatan Adipala, Binangun, Cilacap Selatan, Cilacap Utara dan Kesugihan.

Keywords: Cilacap, Rentan, Pantai, Indeks kerentanan pantai, Pesisir.

Article Metrics: