BibTex Citation Data :
@article{JMR55006, author = {Rainey Windayati and Gusti Ayu Made Mirah Rismayanti}, title = {Analisis Skenario Multi-Dimensi untuk Pengelolaan Ekosistem Terumbu Karang Berkelanjutan di Pemuteran, Bali}, journal = {Journal of Marine Research}, volume = {15}, number = {2}, year = {2026}, keywords = {Terumbu karang; Pemuteran; Skenario multi-dimensi; Sistem dinamik.}, abstract = { Ekosistem terumbu karang di Pemuteran menghadapi tekanan akibat meningkatnya kegiatan wisata bahari dan pengaruh lingkungan pesisir, sehingga diperlukan strategi pengelolaan yang mampu menjaga keseimbangan antara pemanfaatan dan keberlanjutannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi ekologi terumbu karang, kesesuaian dan daya dukung wisata, nilai ekonomi jasa ekosistem, serta merumuskan skenario pengelolaan berkelanjutan berbasis model dinamik terpadu. Metode penelitian meliputi survei biofisik terumbu karang, analisis kualitas perairan dan oseanografi, analisis kesesuaian dan daya dukung wisata, valuasi ekonomi jasa ekosistem, serta pengembangan model dinamik yang mengintegrasikan sub-model ekologi, sosial, dan ekonomi melalui skenario aktual dan alternatif yang kemudian diverifikasi dan divalidasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi ekosistem terumbu karang di Pemuteran relatif baik, khususnya pada lokasi rehabilitasi, dengan total valuasi ekonomi jasa ekosistem mencapai Rp167.691.703.964 dengan nilai ekonomi wisata sebesar Rp144.627.528.000, namun beberapa titik wisata bawah air telah melampaui daya dukung ekologisnya. Skenario aktual menunjukkan kecenderungan penurunan tutupan karang dan potensi perikanan meskipun nilai ekonomi wisata meningkat, sedangkan skenario alternatif yang menerapkan restorasi dan rehabilitasi ekosistem terumbu karang, pengendalian jumlah wisatawan, dan peningkatan kualitas perairan mampu meningkatkan tutupan karang, potensi perikanan, kesempatan kerja, serta nilai ekonomi kawasan secara signifikan. Penelitian ini menegaskan bahwa pengelolaan ekosistem terumbu karang di Pemuteran perlu dilaksanakan secara terintegrasi melalui pendekatan multi-dimensi yang adaptif dan menyeluruh, dengan penguatan peran kelembagaan lokal serta penerapan prinsip pengelolaan berbasis ekosistem yang menempatkan dimensi ekologi sebagai pijakan utama, sekaligus mengharmonikan aspek sosial dan ekonomi, sehingga kelestarian ekosistem dan keberlanjutan manfaat wisata bahari dapat terjaga dalam jangka panjang. he coral reef ecosystem in Pemuteran is facing pressure from the growth of marine tourism activities and coastal environmental influences, highlighting the need for management strategies that can balance utilization and sustainability. This study aims to analyze the ecological condition of coral reefs, tourism suitability and carrying capacity, the economic value of ecosystem services, and to formulate sustainable management scenarios based on an integrated dynamic modeling approach. The research methods include bio-physical surveys of coral reefs, analyses of water quality and oceanographic conditions, assessments of tourism suitability and carrying capacity, valuation of ecosystem services, and the development of a dynamic model integrating ecological, social, and economic sub-models through actual and alternative scenarios that were subsequently verified and validated. The results indicate that the condition of the coral reef ecosystem in Pemuteran is relatively good, particularly at rehabilitation sites, with a total ecosystem service valuation reaching IDR 167,691,703,964 and a tourism economic value of IDR 144,627,528,000. However, several underwater tourism sites have exceeded their ecological carrying capacity. The actual scenario shows a tendency toward declining coral cover and fisheries potential despite increasing tourism economic value, whereas the alternative scenario which incorporating coral reef restoration and rehabilitation, control of tourist numbers, and improvements in water quality, demonstrates a significant increase in coral cover, fisheries potential, employment opportunities, and the overall economic value of the area. This study confirms that coral reef ecosystem management in Pemuteran should be implemented in an integrated manner through an adaptive and comprehensive multi-dimensional approach, strengthened by robust local institutional involvement and the application of ecosystem-based management principles that prioritize ecological dimensions while harmonizing social and economic aspects, thereby ensuring long-term ecosystem conservation and sustainable benefits from marine tourism. }, issn = {2407-7690}, pages = {329--339} doi = {10.14710/jmr.v15i2.55006}, url = {https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jmr/article/view/55006} }
Refworks Citation Data :
Ekosistem terumbu karang di Pemuteran menghadapi tekanan akibat meningkatnya kegiatan wisata bahari dan pengaruh lingkungan pesisir, sehingga diperlukan strategi pengelolaan yang mampu menjaga keseimbangan antara pemanfaatan dan keberlanjutannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi ekologi terumbu karang, kesesuaian dan daya dukung wisata, nilai ekonomi jasa ekosistem, serta merumuskan skenario pengelolaan berkelanjutan berbasis model dinamik terpadu. Metode penelitian meliputi survei biofisik terumbu karang, analisis kualitas perairan dan oseanografi, analisis kesesuaian dan daya dukung wisata, valuasi ekonomi jasa ekosistem, serta pengembangan model dinamik yang mengintegrasikan sub-model ekologi, sosial, dan ekonomi melalui skenario aktual dan alternatif yang kemudian diverifikasi dan divalidasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi ekosistem terumbu karang di Pemuteran relatif baik, khususnya pada lokasi rehabilitasi, dengan total valuasi ekonomi jasa ekosistem mencapai Rp167.691.703.964 dengan nilai ekonomi wisata sebesar Rp144.627.528.000, namun beberapa titik wisata bawah air telah melampaui daya dukung ekologisnya. Skenario aktual menunjukkan kecenderungan penurunan tutupan karang dan potensi perikanan meskipun nilai ekonomi wisata meningkat, sedangkan skenario alternatif yang menerapkan restorasi dan rehabilitasi ekosistem terumbu karang, pengendalian jumlah wisatawan, dan peningkatan kualitas perairan mampu meningkatkan tutupan karang, potensi perikanan, kesempatan kerja, serta nilai ekonomi kawasan secara signifikan. Penelitian ini menegaskan bahwa pengelolaan ekosistem terumbu karang di Pemuteran perlu dilaksanakan secara terintegrasi melalui pendekatan multi-dimensi yang adaptif dan menyeluruh, dengan penguatan peran kelembagaan lokal serta penerapan prinsip pengelolaan berbasis ekosistem yang menempatkan dimensi ekologi sebagai pijakan utama, sekaligus mengharmonikan aspek sosial dan ekonomi, sehingga kelestarian ekosistem dan keberlanjutan manfaat wisata bahari dapat terjaga dalam jangka panjang.
he coral reef ecosystem in Pemuteran is facing pressure from the growth of marine tourism activities and coastal environmental influences, highlighting the need for management strategies that can balance utilization and sustainability. This study aims to analyze the ecological condition of coral reefs, tourism suitability and carrying capacity, the economic value of ecosystem services, and to formulate sustainable management scenarios based on an integrated dynamic modeling approach. The research methods include bio-physical surveys of coral reefs, analyses of water quality and oceanographic conditions, assessments of tourism suitability and carrying capacity, valuation of ecosystem services, and the development of a dynamic model integrating ecological, social, and economic sub-models through actual and alternative scenarios that were subsequently verified and validated. The results indicate that the condition of the coral reef ecosystem in Pemuteran is relatively good, particularly at rehabilitation sites, with a total ecosystem service valuation reaching IDR 167,691,703,964 and a tourism economic value of IDR 144,627,528,000. However, several underwater tourism sites have exceeded their ecological carrying capacity. The actual scenario shows a tendency toward declining coral cover and fisheries potential despite increasing tourism economic value, whereas the alternative scenario which incorporating coral reef restoration and rehabilitation, control of tourist numbers, and improvements in water quality, demonstrates a significant increase in coral cover, fisheries potential, employment opportunities, and the overall economic value of the area. This study confirms that coral reef ecosystem management in Pemuteran should be implemented in an integrated manner through an adaptive and comprehensive multi-dimensional approach, strengthened by robust local institutional involvement and the application of ecosystem-based management principles that prioritize ecological dimensions while harmonizing social and economic aspects, thereby ensuring long-term ecosystem conservation and sustainable benefits from marine tourism.
Article Metrics:
Last update:
Copyright Notice
Copyright for articles published in the Journal of Marine Research is held by the journal’s editorial management. The journal supports open access and the widespread dissemination of scholarly work.
Publishing Rights By submitting to this journal, authors grant the Journal of Marine Research the non-exclusive right to publish and distribute their work. All content is made freely available to the public and is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA 4.0). This license allows others to copy, redistribute, remix, transform, and build upon the material for any purpose, even commercially, as long as appropriate credit is given, a link to the license is provided, and any modified material is distributed under the same license.