skip to main content

Analisis SWOT Pemberdayaan Perempuan Pesisir dalam Pemanfaatan dan Pelestarian Mangrove di Desa Ujung Alang

*Ari Kristiningsih orcid scopus  -  Program Studi Pengembangan Produk Agroindustri, Jurusan Rekayasa Mesin dan Industri Pertanian, , Indonesia
Santi Purwaningrum  -  Program Studi Teknik Rekayasa Multimedia, Jurusan Komputer dan Bisnis, Politeknik Negeri Cilacap, Indonesia
Open Access Copyright (c) 2026 Journal of Marine Research
Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Citation Format:
Abstract

Penelitian ini menganalisis kondisi perempuan pesisir Desa Ujung Alang dalam pemanfaatan dan pelestarian mangrove melalui pendekatan SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan memiliki pengetahuan ekologis yang baik, tingkat partisipasi tinggi, dan komitmen kuat dalam kegiatan konservasi, sehingga menjadi kekuatan utama dalam pengelolaan mangrove. Namun, masih terdapat beberapa kelemahan seperti rendahnya tingkat pendidikan, keterampilan teknis yang terbatas, lemahnya kapasitas kelembagaan, serta ketergantungan pada sektor perikanan rumah tangga. Dari sisi eksternal, terdapat peluang besar berupa dukungan program pemerintah, potensi pengembangan UMKM berbasis mangrove, keterlibatan akademisi dan NGO/CSR, serta peluang wisata edukasi. Sementara itu, ancaman yang dihadapi meliputi kerusakan ekosistem mangrove, alih fungsi lahan, abrasi, dan ketidakstabilan ekonomi pesisir. Analisis IFAS dan EFAS menempatkan perempuan pesisir pada Kuadran I (strategi SO), yang menunjukkan bahwa kekuatan internal dan peluang eksternal dapat dimanfaatkan sekaligus untuk pengembangan program pemberdayaan. Strategi yang direkomendasikan meliputi peningkatan kapasitas melalui pelatihan, pengembangan UMKM mangrove, penguatan kelembagaan perempuan, serta kolaborasi lintas sektor untuk mendukung keberlanjutan ekosistem dan peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.

 

 

This study analyzes the role of coastal women in Ujung Alang Village in the utilization and conservation of mangrove ecosystems using a SWOT approach. The findings reveal that women possess strong ecological awareness, high participation, and a solid commitment to conservation activities, which constitute key internal strengths. However, several limitations persist, including low educational attainment, limited technical skills, weak institutional capacity, and a high dependence on household-scale fisheries as the primary economic sector. Externally, substantial opportunities arise from government conservation programs, the potential development of mangrove-based microenterprises, support from academic institutions and NGO/CSR initiatives, and the growing prospects for educational ecotourism. Meanwhile, threats include mangrove degradation, land conversion, coastal abrasion, climate-related risks, and economic instability in fishing households. The IFAS and EFAS results position coastal women in Quadrant I (SO strategy), indicating that their internal strengths and external opportunities can be leveraged simultaneously to optimize empowerment efforts. The recommended strategies include capacity-building programs, development of mangrove-based MSMEs, strengthening women’s organizations, and fostering cross-sector collaboration to enhance both ecosystem sustainability and community well-being.

Fulltext View|Download
Keywords: analisis SWOT; Desa Ujung Alang; mangrove; pemberdayaan
Funding: Pol

Article Metrics:

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.