skip to main content

Korelasi Kandungan Fitokimia dengan Kondisi Lingkungan pada Ekstrak Bivalvia dan Gastropoda Asal Perairan Semarang

*Sauwa Khusna Salsabilla  -  Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Delianis Pringgenies  -  Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Agus Sabdono  -  Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Open Access Copyright (c) 2026 Journal of Marine Research
Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Citation Format:
Abstract

Metabolit sekunder pada moluska mangrove berperan penting dalam adaptasi terhadap kondisi lingkungan ekstrem dan memiliki potensi bioaktif yang signifikan. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengidentifikasi kandungan fitokimia pada tiga spesies moluska dari perairan mangrove Mangkang, Semarang, yakni Polymesoda erosa, Cerithidea obtusa, dan Cassidula aurisfelis, serta menganalisis korelasinya dengan kondisi lingkungan. Sampel diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan etanol 96% dan diuji fitokimia secara kualitatif meliputi alkaloid, flavonoid, saponin, steroid, dan fenolik. Parameter lingkungan yang diukur meliputi suhu(28°C), pH (7), dan salinitas (31 ppt) saat musim kemarau. Hasil uji fitokimia menunjukkan bahwa ketiga spesies positif mengandung alkaloid (pereaksi Wagner dan Dragendorff). P. erosa memiliki profil metabolit lebih lengkap dengan adanya alkaloid, saponin, dan steroid, C. aurisfelis mengandung alkaloid dan saponin, sedangkan C. obtusa hanya mengandung alkaloid. Flavanoid dan enolik tidak terdeteksi pada semua spesies. Perbedaan komposisi metabolit sekunder antar spesies mencerminkan strategi adaptasi yang berbeda terhadap tekanan lingkungan mangrove dengan salinitas tinggi dan substrat kaya bahan organik. Penelitian ini memberikan data dasar mengenai potensi bioaktif moluska lokal yang dapat dikembangkan untuk aplikasi farmasetikal dan nutrasetikal berbasis sumber daya hayati laut Indonesia.

 

Secondary metabolites in mangrove mollusks play an important role in adaptation to extreme environmental conditions and possess significant bioactive potential. This study aimed to identify phytochemical content in three mollusk species from mangrove waters of Mangkang, Semarang, namely Polymesoda erosa (bivalvia), Cerithidea obtusa, and Cassidula aurisfelis (gastropoda), and analyze their correlation with environmental conditions. Samples were extracted using maceration method with 96% ethanol and qualitatively tested for phytochemicals including alkaloids, flavonoids, saponins, steroids, and phenolics. Environmental parameters measured included temperature (28°C), pH (7), and salinity (31 ppt) on muddy substrate during dry season. Phytochemical test results showed that all three species tested positive for alkaloids (Wagner and Dragendorff reagents). P. erosa exhibited the most complete metabolite profile containing alkaloids, saponins, and steroids. C. aurisfelis contained alkaloids and saponins, while C. obtusa contained only alkaloids. Flavonoids and phenolics were not detected in all species. The differences in secondary metabolite composition among species reflect distinct adaptation strategies to mangrove environmental pressures with high salinity and organic-rich substrate. This study provides baseline data on the bioactive potential of local mollusks that can be developed for pharmaceutical and nutraceutical applications based on Indonesian marine biological resources.

Keywords: Metabolit Sekunder; Moluska; Mangrove; Fitokimia

Article Metrics:

Article Info
Section: Articles
Language : ID

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.