skip to main content

Analisis Multitemporal Perubahan Luasan Terumbu Karang dan Kondisi Lingkungan di Perairan Pulau Tidung Kecil

*Ratih Nurmasari  -  Program Studi Sistem Informasi Kelautan, Universitas Pendidikan Indonesia, Indonesia
Luthfi Anzani  -  Program Studi Sistem Informasi Kelautan, Universitas Pendidikan Indonesia, Indonesia
La Ode Alam Minsaris  -  Program Studi Sistem Informasi Kelautan, Universitas Pendidikan Indonesia, Indonesia
Open Access Copyright (c) 2026 Journal of Marine Research
Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Citation Format:
Abstract

Pulau Tidung Kecil dimanfaatkan sebagai area konservasi serta dikenal sebagai salah satu destinasi pariwisata. Kondisi tersebut dapat memengaruhi kesuburan dan sebaran ekosistem terumbu karang. Penelitian ini bertujuan menganalisis perubahan luasan terumbu karang selama lima tahun terakhir (2020–2024) menggunakan citra Sentinel-2 melalui algoritma Lyzenga dan klasifikasi Maximum Likelihood, serta mengidentifikasi kondisi lapangan dengan perubahan luasan tersebut. Perubahan luasan terumbu karang di Pulau Tidung Kecil mengalami kenaikan dan penurunan sepanjang tahun 2020-2024. Luasan karang hidup pada tahun 2020 sebesar 21,01 ha, pada tahun 2021 sebesar 23,58 ha, kemudian pada tahun 2022 sebesar 23,25 ha, tahun 2023 sebesar 22,32 ha dan tahun 2024 sebesar 22,09 ha. Nilai Overall accuracy (OA) pada klasifikasi citra sebesar 90% dengan koefisien kappa sebesar 0,875 Penurunan luasan terumbu karang pada tahun 2021 – 2024 terjadi karena faktor antropogenik seperti aktivitas pariwisata, penangkapan ikan dengan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan, serta pencemaran dari sampah dan limbah, sedangkan peningkatan luasan terumbu karang terjadi pada tahun 2020 – 2021 akibat berkurangnya tekanan aktivitas antropogenik selama masa pandemi COVID-19 dan adanya program rehabilitasi seperti transplantasi karang.

 

Tidung Kecil Island is used as a conservation area and is known as a tourist destination. These conditions can affect the fertility and distribution of coral reef ecosystems. This study aims to analyze changes in coral reef area over the past five years (2020–2024) using Sentinel-2 imagery through the Lyzenga algorithm and Maximum Likelihood classification, as well as to identify field conditions associated with these changes in area. Changes in coral reef area on Tidung Kecil Island have shown increases and decreases throughout the years 2020–2024. The area of live coral in 2020 was 21.01 ha, in 2021 it was 23.58 ha, then in 2022 it was 23.25 ha, in 2023 it was 22.32 ha, and in 2024 it was 22.09 ha. The Overall Accuracy (OA) value for image classification was 90% with a Kappa coefficient of 0.875. The decline in coral reef area between 2021 and 2024 was due to anthropogenic factors such as tourism activities, fishing with environmentally unfriendly gear, and pollution from waste and sewage, while the increase in coral reef area occurred in 2020–2021 due to reduced anthropogenic pressure during the COVID-19 pandemic and the implementation of rehabilitation programs such as coral transplantation.

Keywords: Algoritma Lyzenga; Maximum Likelihood; Pulau Tidung Kecil; Sentinel-2

Article Metrics:

Article Info
Section: Articles
Language : ID

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.