skip to main content

Evaluasi Konsentrasi Logam Berat Arsen (As) dalam Air dan Kerang Hijau (Perna viridis) di Perairan Tambak Lorok, Semarang

Ghulam Firdaus  -  Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
*Chrisna Adhi Suryono  -  Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Bambang Yulianto  -  Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Open Access Copyright (c) 2026 Journal of Marine Research
Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Citation Format:
Abstract

Tambak Lorok sebagai sentra budidaya kerang hijau (Perna viridis) terbesar di Jawa Tengah menghadapi tekanan pencemaran berat akibat aktivitas antropogenik intensif. Studi terdahulu membuktikan kontaminasi logam berat di perairan ini, seperti kadar timbal (Pb) pada kerang hijau mencapai 13,448 mg/kg (melebihi baku mutu) dan kadmium (Cd) pada sedimen sebesar 1,649 mg/kg. Namun, data arsen (As) sebagai polutan karsinogenik masih terbatas, padahal kawasan ini menerima limpahan limbah industri Terboyo, PLTU batubara, dan limbah domestik melalui Banjir Kanal Timur/Barat yang mengandung senyawa arsen trioksida (As₂O₃). Penelitian ini menganalisis kandungan arsen pada air laut dan jaringan kerang hijau di tiga stasiun (Banjir Kanal Timur, Pelabuhan Tanjung Emas, Banjir Kanal Barat) pada Januari 2025. Metode deskriptif-analitik digunakan dengan pengambilan sampel air secara komposit dan kerang hijau langsung dari rumpon budidaya. Analisis arsen dilakukan dengan Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS) Shimidzu AA-7000 (sensitivitas 0,003 ppm). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan arsen (As) dalam air laut di Tambak Lorok terdeteksi <0,003 mg/L (di bawah batas akurasi alat AAS), nilai yang masih berada di bawah baku mutu 0,012 mg/L menurut PP No. 22 Tahun 2021. Pada kerang hijau (Perna viridis), akumulasi arsen berkisar antara 0,428– 0,447 mg/kg masih di bawah ambang aman SNI  7387:2009 sebesar 1 mg/kg. Nilai Bioconcentration   Factor (BCF) arsen     142–149 mengindikasikan kemampuan akumulasi arsen tingkat sedang dari lingkungan perairan oleh kerang hijau. Berdasarkan kadar arsen tersebut, batas aman konsumsi mingguan (Maximum Tolerable Intake) ditetapkan sebesar 0,50–0,53 kg untuk anak-anak (berat 15 kg) dan 2,01–2,10 kg untuk dewasa (berat 60 kg). Meskipun kadar arsen masih dalam batas aman, tingginya aktivitas industri dan dinamika hidrologi di Tambak Lorok berpotensi meningkatkan akumulasi arsen jangka panjang. Pemantauan berkala dengan instrumen berpresisi tinggi (ICP-MS) dan pengendalian limbah industri direkomendasikan untuk menjamin keberlanjutan ekosistem dan keamanan pangan.

Keywords: Arsen; Kerang hijau; Tambak Lorok

Article Metrics:

Article Info
Section: Articles
Language : ID

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.