skip to main content

Analisis Potensi Ekowisata Snorkeling di Pantai Timur Pangandaran, Jawa Barat

*Refa Nazalya Putri  -  Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Agus Trianto  -  Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Rini Pramesti  -  Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Open Access Copyright (c) 2026 Journal of Marine Research
Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Citation Format:
Abstract

 

antai Timur Pangandaran merupakan kawasan yang memiliki ekosistem terumbu karang. Keanekaragaman terumbu karang berpotensi dibidang ekowisata bahari yaitu snorkeling. Kegiatan snorkeling belum dimanfaatkan secara optimal sehingga diperlukan penelitian. Kegiatan tersebut dapat dioptimalkan dengan melakukan analisis nilai kesesuaian wisata, daya dukung kawasan, dan upaya pengembangan ekowisata. Metode penelitian yaitu metode survei dan dilakukan di tiga stasiun berbeda. Hasil analisa dalam penelitian ini yaitu pada stasiun 1 tergolong ke dalam tingkat kesesuaian ”Sesuai Bersyarat”. Hal tersebut disebabkan oleh parameter kesesuaian wisata seperti persen tutupan karang, jenis life form, dan jenis ikan karang yang sedikit. Nilai indeks kesesuaian wisata pada stasiun 2 dan 3 tergolong dalam tingkat kesesuaian ”Cukup Sesuai”. Nilai daya dukung kawasan pada stasiun 1 yaitu 132 orang/hari, pada stasiun 2 yaitu 155 orang/hari, dan pada stasiun 3 yaitu 194 orang/hari. Hasil analisis SWOT didapatkan 5 strategi SO (Strengths – Opportunities) sebagai upaya pengembangan ekowisata snorkeling di Pantai Timur Pangandaran.

 

 

Pangandaran East Coast is an area that has a coral reef ecosystem. The diversity of coral reefs has potential in the field of marine ecotourism, namely snorkeling. Snorkeling activities have not been optimally utilized so research is needed. These activities can be optimized by analyzing the value of tourism suitability, carrying capacity of the area, and ecotourism development efforts. The research method is the survey method and is carried out at three different stations. The results of the analysis in this study are at station 1 classified into the level of suitability “Conditionally Suitable”. This is caused by tourism suitability parameters such as percent coral cover, types of life forms, and few reef fish species. The tourism suitability index value at stations 2 and 3 is classified as “Moderately Suitable”. The carrying capacity value of the area at station 1 is 132 people / day, at station 2 is 155 people / day, and at station 3 is 194 people / day. The results of the SWOT analysis obtained 5 SO (Strengths - Opportunities) strategies as an effort to develop snorkeling ecotourism on the East Coast of Pangandaran.

Fulltext View|Download
Keywords: Kesesuaian; Daya Dukung; SWOT; Snorkeling; Pantai Timur Pangandaran

Article Metrics:

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.