skip to main content

Potensi Daya Hambat Ekstrak Daun Mangrove (Sonnearatia casseolaris dan Avicennia alba blume) Terhadap Bakteri Aeromonas hydrophylla di Muara Sungai Jagir, Wonorejo, Surabaya

Alifia Putri Rahmadani  -  Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Universitas Hang Tuah, Indonesia
*Mahmiah Mahmiah  -  Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Universitas Hang Tuah, Indonesia
Rudi Siap Bintoro  -  Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Universitas Hang Tuah, Indonesia
Open Access Copyright (c) 2026 Journal of Marine Research
Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Citation Format:
Abstract

Aeromonas hydrophylla merupakan bakteri yang dapat menimbulkan penyakit pada ikan dan manusia. pada ikan bekteri ini menyebabkan penyakit Motil Aeromonas Speticia, sedangkan pada manusia menyebabkan penyakit Gastrointestinal Aeromonas. Upaya yang dapat diakukan untuk menghambat pertumbuhan bakteri salah satunya dengan menggunakan antibiotik alami dari bahan mangrove. Metode yang digunakan yaitu metode uji fitokimia secara kualitatif dan uji antibakteri dengan menggunakan metode difusi cakram. Pelarut yang digunakan adalah metanol dengan konsentrasi 125 ppm, 250 ppm, 500 ppm, 1000 ppm. Kontrol positif menggunakan kloramfenikol dan kontrol negatif menggunakan aquades. Hasil uji fitokimia menunjukkan daun mangrove Sonneratia caseolaris dan Avicennia alba blume positif mengandung senyawa flavonoid, alkaloid, saponin, tanin, dan steroid. Hasil uji antibakteri pada daun S. caseolaris berturut turut sebesar 6 mm; 6,33 mm; 7,78 mm; 9,51 mm. Sedangkan pada daun A. alba blume sebesar 8,67 mm; 9.51 mm; 9,68 mm. Metabolit sekunder yang terdapat pada kedua stasiun yaitu flavonoid, alkaloid, saponin, tanin, dan steroid. Hasil uji antibakteri terbesar yaitu 11,11 mm dan 9,68 mm sehingga mampu dijadikan sebagai antibakteri terhadap bakteri A.hydrophylla. 

 

Aeromonas hydrophylla merupakan bakteri yang dapat menimbulkan penyakit pada ikan dan manusia. pada ikan bekteri ini menyebabkan penyakit Motil Aeromonas Speticia, sedangkan pada manusia menyebabkan penyakit Gastrointestinal Aeromonas. Upaya yang dapat diakukan untuk menghambat pertumbuhan bakteri salah satunya dengan menggunakan antibiotik alami dari bahan mangrove. Metode yang digunakan yaitu metode uji fitokimia secara kualitatif dan uji antibakteri dengan menggunakan metode difusi cakram. Pelarut yang digunakan adalah metanol dengan konsentrasi 125 ppm, 250 ppm, 500 ppm, 1000 ppm. Kontrol positif menggunakan kloramfenikol dan kontrol negatif menggunakan aquades. Hasil uji fitokimia menunjukkan daun mangrove Sonneratia caseolaris dan Avicennia alba blume positif mengandung senyawa flavonoid, alkaloid, saponin, tanin, dan steroid. Hasil uji antibakteri pada daun S. caseolaris berturut turut sebesar 6 mm; 6,33 mm; 7,78 mm; 9,51 mm. Sedangkan pada daun A. alba blume sebesar 8,67 mm; 9.51 mm; 9,68 mm. Metabolit sekunder yang terdapat pada kedua stasiun yaitu flavonoid, alkaloid, saponin, tanin, dan steroid. Hasil uji antibakteri terbesar yaitu 11,11 mm dan 9,68 mm sehingga mampu dijadikan sebagai antibakteri terhadap bakteri A.hydrophylla. 

Fulltext View|Download
Keywords: A. Hydrophylla; S. Caseolaris; A. alba blume; fitokimia; antibakteri.

Article Metrics:

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.