BibTex Citation Data :
@article{JMR39354, author = {Eka Nurrahema Ning Asih and Siti Nihayatun Ni'amah and Insafitri Insafitri and Ary Giri Dwi Kartika and Wiwit Sri Werdi Pratiwi and Nike I. Nuzula}, title = {Profil Kandungan Fitokimia Ekstrak Lamun Enhalus acoroides Sebagai Antibakteri Escherichia coli dan Vibrio harveyi dari Perairan Sapeken-Madura}, journal = {Journal of Marine Research}, volume = {14}, number = {1}, year = {2025}, keywords = {E. acoroides; fitokimia; antibakteri; E. coli; V. harveyi.}, abstract = { Meningkatnya penggunaan antimikroba sintetik beresiko menghasilkan mutasi strain bakteri patogen resisten dan jumlah toksisitas perairan menyebabkan gagalnya budidaya perikanan. Perlu alternatif lain untuk mengatasi resiko ini dengan mengoptimalkan vegetasi laut kaya senyawa bioaktif sebagai antibakteri seperti lamun Enhalus acoroides dari perairan Sapeken. Tujuan penelitian adalah mengetahui kandungan fitokimia ekstrak E.acoroides dan menganalisis perbedaan signifikan zona hambat bakteri V. harveyi dan E. coli terhadap beberapa konsentrasi ekstrak E. acoroides . Metode ekstraksi menggunakan metode maserasi, uji fitokimia merujuk Harbone (1987) dan uji antibakteri menggunakan metode difusi cakram. Terdapat 4 konsentrasi ekstrak yang diuji antibakteri yaitu 10000 ppm, 20000 ppm, 40000 ppm dan 80000 ppm, kontrol positif (kloramfenikol), dan kontrol negatif (aquades) dengan 3 kali ulangan selama 3x24 jam pengamatan. Uji ANOVA dan uji Tukey digunakan untuk mengetahui perbedaan signifikan pengaruh konsentrasi ekstrak E. acoroides terhadap masing-masing bakteri uji. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak E. acoroides dari perairan Sapeken mengandung alkaloid, saponin, dan triterpenoid. Diameter zona hambat bakteri E. coli berbeda nyata signifikan (p<0,05) terhadap konsentrasi ekstrak, sebaliknya diameter zona hambat V. harveyi tidak berbeda nyata signifikan (p>0,05) terhadap konsentrasi ekstrak. Konsentrasi 80.000 ppm merupakan konsentrasi terbaik sebagai antibakteri E. coli dan V. harveyi . Penelitian ini menjadi informasi awal pengembangan produk antimikroba berbahan E. acoroides . }, issn = {2407-7690}, pages = {145--156} doi = {10.14710/jmr.v14i1.39354}, url = {https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jmr/article/view/39354} }
Refworks Citation Data :
Meningkatnya penggunaan antimikroba sintetik beresiko menghasilkan mutasi strain bakteri patogen resisten dan jumlah toksisitas perairan menyebabkan gagalnya budidaya perikanan. Perlu alternatif lain untuk mengatasi resiko ini dengan mengoptimalkan vegetasi laut kaya senyawa bioaktif sebagai antibakteri seperti lamun Enhalus acoroides dari perairan Sapeken. Tujuan penelitian adalah mengetahui kandungan fitokimia ekstrak E.acoroides dan menganalisis perbedaan signifikan zona hambat bakteri V. harveyi dan E. coli terhadap beberapa konsentrasi ekstrak E. acoroides. Metode ekstraksi menggunakan metode maserasi, uji fitokimia merujuk Harbone (1987) dan uji antibakteri menggunakan metode difusi cakram. Terdapat 4 konsentrasi ekstrak yang diuji antibakteri yaitu 10000 ppm, 20000 ppm, 40000 ppm dan 80000 ppm, kontrol positif (kloramfenikol), dan kontrol negatif (aquades) dengan 3 kali ulangan selama 3x24 jam pengamatan. Uji ANOVA dan uji Tukey digunakan untuk mengetahui perbedaan signifikan pengaruh konsentrasi ekstrak E. acoroides terhadap masing-masing bakteri uji. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak E. acoroides dari perairan Sapeken mengandung alkaloid, saponin, dan triterpenoid. Diameter zona hambat bakteri E. coli berbeda nyata signifikan (p<0,05) terhadap konsentrasi ekstrak, sebaliknya diameter zona hambat V. harveyi tidak berbeda nyata signifikan (p>0,05) terhadap konsentrasi ekstrak. Konsentrasi 80.000 ppm merupakan konsentrasi terbaik sebagai antibakteri E. coli dan V. harveyi. Penelitian ini menjadi informasi awal pengembangan produk antimikroba berbahan E. acoroides.
Article Metrics:
Last update: