Variasi Karakter Anatomis Talus Padina australis Hauck 1887 (Dictyotales, Phaeophycota) di Pantai Karang Tengah Kabupaten Cilacap

Siti Samiyarsih  -  Universitas Jenderal Soedirman, Indonesia
Moch Iqbal Sufyan Ats’tsaury  -  Universitas Jenderal Soedirman, Indonesia
Achmad Ilalqisny Insan  -  Universitas Jenderal Soedirman, Indonesia
*Nur Fitrianto  -  Universitas Jenderal Soedirman, Indonesia
Received: 6 Jul 2020; Published: 22 Nov 2020.
Open Access
Citation Format:
Abstract

ABSTRAK: Karakter anatomi dapat digunakan untuk menentukan produktivitas kandungan alginat rumput laut P. australis Hauck. Penelitian ini bertujuan mengetahui variasi karakter anatomis talus Padina australis Hauck. Pengambilan sampel dengan purposive random sampling di pantai Karang Tengah, Kabupaten Cilacap. Persiapan mikroskopis dengan metode parafin dengan safranin 1% dalam alkohol 70%. Parameter yang diamati meliputi ketebalan epidermis, ukuran sel medula, ketebalan talus, dan ukuran tetra sporangia. Pengamatan struktur anatomi secara deskriptif dengan membandingkan karakter anatomi P. australis Hauck pada garis konsentris. Data karakter anatomi dianalisis dengan Uji-t dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi karakter anatomi talus dengan garis konsentris 5 memiliki ketebalan epidermis adaxial dan abaxial masing-masing adalah 20,05 μm dan 12,55 μm, sedangkan pada garis konsentris 7 memiliki ketebalan 28,33 μm dan 18 μm. Ketebalan talus dengan garis konsentris 5 dan 7 masing-masing adalah 99,44 μm, 114,77 μm. Diameter meduler dengan garis konsentris 5 dan 7 masing-masing adalah 37,88 μm, 45,5 μm. Diameter rata-rata tetra sporangia masing-masing dengan garis konsentris 5 dan 7 yaitu 25,66 μm, 35,66 μm. Talus P. australis Hauck berdasarkan garis konsentris 5 dan 7 memiliki perbedaan ukuran pada ketebalan epidermis adaxial, ketebalan epidermis abaxial, ketebalan talus, diameter meduler, dan diameter tetra sporangia. Implikasi penelitian ini sebagai database pada data dasar karakter anatomi P. australis yang dikaitkan denggan produktsi alginat dan data dasar taksonomi.

 

 

ABSTRACT: Anatomical character data can be used to determine the productivity of P. australis Hauck's seaweed alginate content. Each thallus has a thallus size and the number of varied concentric lines. The aim of the research is to determine the anatomical characteristics of the Padina australis Hauck thallus. Seaweed sampling by purposive random sampling technique in Karang Tengah beach, Cilacap regency. Preparation of microscopic by paraffin method with safranin 1% in 70% alcohol. Parameters observed included thickness of the epidermis, size of a medullary cell, the thickness of thallus, and the size of tetra sporangia. The anatomical character data was analyzed by t-Test with a 95% confidence level. The result of the research showed that the anatomical character of the thallus with concentric line 5 had a thickness of adaxial and abaxial epidermis respectively is 20.05 μm and 12.55 μm, whereas in concentric line 7 had a thickness of 28.33 μm and 18 μm. The thickness of the thallus with concentric lines 5 and 7 respectively is 99.44 μm, 114.77 μm. Medullary diameter with concentric lines 5 and 7 respectively is 37,88 μm, 45,5 μm. The average diameter of tetra sporangia with concentric lines 5 and 7 respectively that is 25,66 μm, 35,66 μm. Thallus of P. australis Hauck based on concentric lines 5 and 7 has differences of sizes on the adaxial epidermal thickness, thickness of the abaxial epidermis, the thickness of the thallus, medullary diameter, and diameter of tetra sporangia. The implications anatomical characters associated with alginate productivity and taxonomic baseline data.

Keywords: anatomy; Padina australis; thallus; variation

Article Metrics: