Analisis P/b Rasio Foraminifera di Perairan Delta Wulan, Demak, Jawa Tengah

*Bifa Aulia Manuhuwa  -  Universitas Diponegoro, Indonesia
Retno Hartati  -  Universitas Diponegoro, Indonesia
Hadi Endrawati  -  Universitas Diponegoro, Indonesia
Received: 17 Jun 2020; Published: 14 Feb 2021.
Open Access
Citation Format:
Abstract

Foraminifera merupakan organisme uniseluler yang dapat berperan sebagai indikator lingkungan serta dapat menentukan lingkungan pengendapan. Cara hidup foraminifera dibagi menjadi dua yaitu foraminifera planktonik (melayang) dan foraminifera bentonik (menambat). Peran foraminifera sebagai organisme indikator ideal karena memiliki siklus hidup relatif singkat sehingga memfasilitasi peristiwa rekaman episodik (Haunold et al., 1997). Saat ini foraminifera banyak hidup di perairan laut dangkal dan laut dalam seperti di Delta Wulan, Demak. Litologi penyusun Delta Wulan ini masih berupa endapan sedimen yang dapat diketahui bahwa delta ini berumur Kuarter. Sehingga, persentase P/b Rasio dapat digunakan untuk menganalisis lingkungan pengendapan (Grimsdale dan Morkhoven, 1955). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan komposisi foraminifera dan P/b rasio sebagai indikator lingkungan pengendapan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari dan Maret 2019 di perairan Delta Wulan, Demak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei eksploratif. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling dengan menetapkan 12 titik penelitian. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan 24 genus foraminifera yang dikelompokkan menjadi 4 kelas, yaitu Globothalamea, Fusulinata, Tubothalamea dan Nodosariata. Nilai kelimpahan untuk foraminifera planktonik berkisar 57-8000 ind/m2sedangkan foraminifera bentonik berkisar 29-314 ind/m2. Nilai P/b Rasio berkisar antara 86 – 93% dengan kategori batimertri batial atas.


Foraminifera is an unicellular organism that can act as an environmental indicator and can determine the depositional environment. The way of life of foraminifera is divided into two namely planktonic foraminifera (floating) and bentonic foraminifera (tethering). The role of foraminifera as an ideal indicator organism because it has a relatively short life cycle thus facilitating episodic recording events (Haunold et al., 1997). At present many foraminifera live in shallow and deep sea waters such as the Wulan Delta, Demak. This Wulan Delta lithology is still in the form of sediment deposits which can be seen that this delta is Quaternary age. Thus, the percentage P/b ratio can be used to analyze the depositional environment (Grimsdale and Morkhoven, 1955). The purpose of this research is to determine the composition of foraminifera and P/b ratio as indicators of depositional environment. This research was conducted in January and March 2019 in the waters of Delta Wulan, Demak. The method used in this research is explorative survey method. Sample was collected by using purposive sampling and deciding 12 research sites. Based on the results of the study found 24 genus foraminifera which are grouped into 4 classes, namely Globothalamea, Fusulinata, Tubothalamea and Nodosariata. The abundance value for planktonic foraminifera ranges from 57-8000 ind/m2 while the bentonic foraminifera ranges from 29-314 ind/m2. The value of P/b Ratio range from 86 - 93% with the upper batial bathymetry category.

Keywords: Wulan Delta; Foraminifera; P/b Ratio.

Article Metrics: