Biomonitoring Kandungan Logam Berat Timbal (Pb) dalam Air, Sedimen dan Kerang Ceplos (Macridiscus sp.) Serta Analisis Angka Keamanan Konsumsi yang diambil dari Perairan Tambak Lorok, Kota Semarang

*Eduard Meirenno Tielman  -  Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Jusup Suprijanto  -  Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Ita Widowati  -  Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Published: 3 Nov 2018.
Download
Open Access
Citation Format:
Abstract

ABSTRAK : Logam berat Timbal (Pb) yang diduga berasal dari aktivitas industri di sekitar perairan Tambak Lorok akan mempengaruhi kualitas perairan dan biota yang ada di dalamnya, yaitu Kerang Ceplos (Macridiscus sp.). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kandungan logam berat Timbal (Pb) dalam air, sedimen dan Kerang Ceplos (Macridiscus sp.) serta angka keamanan konsumsi. Sampel uji diperoleh dari Perairan Tambak Lorok, Semarang dan diujikan di Balai Besar Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri. Metode penelitian adalah metode survey. Pengambilan berdasarkan periode waktu, yaitu bulan September 2015 (pendahuluan dan hanya kerang saja yang diambil), Desember 2015 dan Februari 2016. Analisis logam berat Timbal (Pb) dilakukan dengan menggunakan metode AAS (Atomic Absorption Spectophotometry). Analasis Angka Keamanan Konsumsi menggunakan rumus perhitungan MWI (Maximal Weekly Intake) and MTI (Maximal Tolerable Intake). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan logam berat Timbal (Pb) dalam air, sedimen dan Kerang Ceplos (Macridiscus sp.) belum melewati baku mutu. Kandungan logam berat Timbal (Pb) dalam air pada bulan Desember 2015 dan Februari 2016 menunjukan angka < 0,003 mg/l, dalam sedimen sebesar 0.197 mg/Kg dan 0.124 mg/Kg, dalam Kerang Ceplos (Macridiscus sp.) sebesar 0.18 mg/kg dan < 0.1 mg/kg. Angka Keamanan Konsumsi Kerang Ceplos (Macridiscus sp.) yang terpapar logam berat Timbal (Pb) pada Desember 2015 dan Februari 2016 dengan nilai MWI logam berat Pb 1,125 mg/orang (berat badan 45 kg), yaitu 6.25 dan 11.25 kg/minggu/orang kemudian untuk berat badan 60 kg, yaitu 8.34, 15 kg/minggu/orang dengan nilai MWI 1,5 mg/orang.

 

ABSTRACT : Heavy metal Lead (Pb) which suppose sourced from industry activity around Tambak Lorok Water Area, can impact to those waters area, also organisms Kerang Ceplos (Macridiscus sp.). This study was to analyze heavy metal concentration Lead (Pb) in the waters, sediment and Kerang Ceplos (Macridiscus sp.) and safety Number of total Intake of Kerang Ceplos (Macridiscus sp.). Research sample was taken from Tambak Lorok Water Area. Research method was Survey Method. Analysis method of heavy metal Lead (Pb) used AAS (Atomic Absorption Spectophotometry) method. safety number of total intake by using MWI (Maximal Weekly Intake) and MTI (Maximal Tolerable Intake). The result of this research showed that heavy metal concentrate in waters, sedimen and Kerang Ceplos (Macridiscus sp.) was not exceed of quality standard yet. The number of heavy metal concentrataion Lead (Pb) in Kerang Ceplos (Macridiscus sp.) for 2 (two) different months were 0.18 mg/Kg for December 2015 and < 0.1 mg/Kg for February 2016. The numbers of the water were < 0.003 mg/L in December 2015 and February 2016. for the sediment were 0.197 mg/Kg in December 2015 and 0.124 mg/Kg in February 2016. The number of MTI for Kerang Ceplos (Macridiscus sp.) in two differents month were 6.25 and 11.25 kg/week/person for body weight of 45 kg with MWI number of  heavy metal Pb (1.125 mg/Kg). Then 8.34, 15 kg/week/person for body weight of 60 kg with MWI number of  heavy metal Pb (1.5 mg/Kg).

Keywords
Tambak Lorok; Timbal (Pb); Macridiscus sp.; MWI; MTI

Article Metrics: