Kandungan Kadmium (Cd) dalam Air, Sedimen, dan Kerang Hijau (Perna viridis) di Perairan Trimulyo Semarang

*Ibnu Wardani  -  Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Ali Ridlo  -  Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Endang Supriyantini  -  Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Published: 3 May 2018.
Open Access
Citation Format:
Abstract

ABSTRAK : Pertumbuhan kawasan pesisir yang pesat, menyebabkan terjadinya degradasi dari fungsi ekologis lingkungan pesisir terutama pada wilayah perairan. Selama beberapa tahun terakhir pencemaran perairan oleh logam berat telah menjadi masalah di Indonesia. Hal ini disebabkan karena logam berat tidak bisa dihancurkan dan dapat terakumulasi di perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan Kadmium (Cd) dalam Air, Sedimen, dan Kerang Hijau (Perna viridis) dan status pencemarannya di Perairan Trimulyo Semarang.Sampel diambil pada bulan April 2015 dan Januari 2016 di Perairan Trimulyo Semarang. Metode Penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif. Pengambilan sampel dilakukan secara Purposive Sampling Method. Analisa logam berat menggunakan AAS (Atomic Absorbtion Spectrophotometry).Hasil penelitian menunjukan kandungan Kadmium dalam air di perairan Trimulyo Semarang pada bulan April 2015 berkisar antara 0,028-0,054 mg/L, sedangkan pada Januari <0,001 mg/L, sedangkan untuk kandungan Kadmium dalam sedimen di perairan Trimulyo Semarang pada bulan April 2015 berkisar antara 0,176-0,206 mg/kg, sedangkan pada Januari 2016 <0,004 mg/kg. Kandungan Kadmium dalam Kerang Hijau (P. Viridis) nilai sama pada kedua waktu yaitu <0,01 mg/kg. Menurut KepMen LH No.51 Tahun 2004 dan Wiconsin Department of Natural Resources tahun 2003. Status pencemaran Kadmium dalam air pada bulan April 2015 di Perairan Trimulyo Semarang telah melewati standar baku mutu yang ditetapkan.

 

ABSTRACT : The rapid growth of coastal areas, causing degradation of ecological functions of coastal environments, especially in the water area. Over the past few years water pollution by heavy metals has become a problem in Indonesia. This is because heavy metals are not indestructible and can accumulate in the water. Penelitian aims to determine the content of Cadmium (Cd) in Water, Sediment, and green mussels (Perna viridis) and the status of pollution in the waters Trimulyo Semarang.Sampel taken in April 2015 and January 2016 in the waters Trmulyo Semarang. The research method used is descriptive method. Sampling was done by purposive sampling method. Heavy metal analysis using AAS (Atomic Absorption Spectrophotometry) The results of the study show the content of Cadmium in the water at the water Trimulyo Semarang in April 2015 ranged from 0.028 to 0.054 mg / L, whereas in January <0.001 mg / L, whereas for the content of Cadmium in sediment in waters Trimulyo Semarang in April 2015 ranged from 0.176 to 0.206 mg / kg, whereas in January 2016 <0,004 mg / kg. The content of Cadmium in Green mussels (P. Viridis) has an average value equal to the second time in the amount of <0.01 mg / kg. According to the decree of 2004 and the LH 51 Wiconsin Department of Natural Resources in 2003. Status of Cadmium contamination in the water in April 2015 in waters Trimulyo Semarang has passed the quality standard set.

Keywords: Kadmium; cd; Kerang Hijau; Perna viridis

Article Metrics: