Rumput Laut Gracilaria sp. Sebagai Bioremedian Dalam Sistem Budidaya Polikultur Dengan Kepiting Bakau (Scylla serrata)

*Ardiani Widya Wandira  -  Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Sunaryo Sunaryo  -  Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Sri Sedjati  -  Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Published: 3 May 2018.
Open Access
Citation Format:
Abstract

ABSTRAK : Kendala  dalam  budidaya  adalah menurunnya kualitas hasil produksi dan penurunan kualitas air. Dibutuhkan biofilter berupa rumput laut Gracilaria sp. untuk mengurangi keadaan tersebut. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh perbedaan kepadatan rumput laut sebagai bioremedian dalam sistem budidaya polikultur dengan Kepiting Bakau terhadap kandungan amonia (NH3), nitrit (NO2-), nitrat (NO3-), laju pertumbuhan kepiting bakau, dan rumput laut Gracillaria sp.  Penelitian di dilaksanakan pada bulan Desember 2015 - Januari 2016 di Laboratorium Basah Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro Semarang.Penelitian Menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan 3 kali pengulangan.Perbedaan pemberian kepadatan rumput laut Gracilaria sp. sebagai bioremedian pada sistem budidaya polikultur Kepiting Bakau berpengaruh terhadap kandungan amonia (NH3), nitrit (NO2-), nitrat (NO3-) dan. Kandungan amonia (NH3) tertinggi pada perlakuan A (0 g rumput laut) berkisar 0,1 mg/L - 0,47 mg/L dan terendah pada perlakuan D (300 g rumput laut) berkisar 0,04 mg/L-0,37 mg/L.  Kandungan nitrit (NO2-) tertinggi pada perlakuan A, berkisar 0,24 mg/L-0,4 mg/L, dan terendah perlakuan D sebesar 0,13 mg/L-0,26 mg/L. Kandungan nitrat (NO3-) tertinggi pada perlakuan A, berkisar antara 0,6 mg/L -4,59 mg/L, dan terendah perlakuan D sebesar 0,16 mg/L-2,87 mg/L. Laju pertumbuhan spesifik bobot harian kepiting bakau pada perlakuan A 0,27 % per hari, B 0,31 % per hari, C 0,44 % per hari dan D 0,56 % per hari dan laju pertumbuhan spesifik berat harian rumput laut Gracilaria sp.  pada perlakuan A 0 % (kontrol / tidak diberi rumput laut), B 0,49 % per hari,  C 0,3 % per hari dan D 0,21 % per hari. Hal ini perbedaan pemberian kepadatan rumput laut Gracilaria sp. sebagai bioremedian pada sistem budidaya polikultur kepiting bakau berpengaruh terhadap laju pertumbuhan spesifik harian Kepiting Bakau dan laju pertumbuhan spesifik harian rumput laut Gracilaria sp.

 

ABSTRACT : One of the obstacles faced in aquaculture is decreasing quality of production as a result of water qualities deoterition. To reduce and overcome this situation is addition of biofilter. Biofilter used is seaweed Gracilaria sp. The study was aimed to know the influence density of difference seaweed as bioremedian in polyculture system with mud crab to ammonia (NH3), nitrite (NO2-), nitrate (NO3-), and the specific growth rate of mud crab and Gracilaria sp. This research was conducted in December 2015 to January 2016 at wet laboratory of the Department of Marine Fisheries and Marine Sciences Faculty of the University of Diponegoro in Semarang. This study used completely randomized designed (RAL) with 4 treatments and 3 replications.The effect give difference of density Gracilaria sp. as bioremedian on crab mud polyculture systems was affect the content of ammonia (NH3), nitrite (NO2-), nitrate (NO3-). The highest content of ammonia (NH3) in the treatment of A (0 g seaweed) ranged between 0,1 mg/L to 0,47 mg/L and the lowest content of ammonia (NH3)  in treatment D (300 g seaweed) ranged between 0,04 mg/L to 0,37 mg/L. The highest content of nitrite (NO2-)   in the treatment of A, ranging from 0,24 mg/L to 0,4 mg/L, and the lowest in treatment D with 0,13 mg/L to 0,26 mg/L. The highest content of nitrate (NO3-) in the treatment of A with 0,6 mg/L to 4,59 mg/L, and the lowest in treatment D with a content of 0,16 mg/L to 2,87 mg/L. Specific growth rate mud crab in treatment A 0,27 % / day, B 0,31 % / day, C 0,44 % / day dan D 0,56 % / day and specific growth rate of the seaweed Gracilaria sp on treatment A 0% (control / not given seaweed), B 0,49 % / day,  C 0,3 % / day dan D 0,21 % / day. The difference of Gracilaria sp.density as bioremedian on mud crab polyculture systems affected the specific growth rate of mud crab and specific growth rate Gracilaria sp.

Keywords: Amonia; bioremediasi; Gracilaria sp.; Kepiting Bakau; polikultur

Article Metrics: