Kandungan Seng (Zn) Dalam Air, Sedimen Dan Kerang Darah (Anadara granosa L) Di Perairan Tambaklorok Semarang

*Dimas Judah Mozes Kalangie  -  Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Ita Widowati  -  Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Jusup Suprijanto  -  Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Published: 2 Feb 2018.
Open Access
Citation Format:
Abstract

ABSTRAK : Tingginya aktivitas pesisir di daerah Tambaklorok serta adanya penurunan tanah dan abrasi pantai diduga menjadi sumber pencemaran logam berat. Salah satu bentuk pencemaran logam berat tersebut adalah logam berat seng (Zn). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan logam berat Zn dalam air, sedimen dan jaringan lunak kerang darah (Anadara granosa L) dan mengetahui nilai MTI dan MWI pada manusia. Penelitian ini dilakukan pada bulan November 2015 (uji pendahuluan), pengambilan sampel I (Desember 2015) dan II (Februari 2016). Uji pendahuluan dilakukan dengan cara membeli sampel kerang di pasar Tambaklorok yang langsung diambil dari perairan Tambaklorok. Metode dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Penentuan lokasi sampling dilakukan dengan metode purposive sampling. Analisa logam berat menggunakan AAS. Hasil penelitian menunjukan kandungan logam berat Zn dalam air sebesar 0,005 mg/l dan <0,001 mg/l, sedimen 109,2 mg/kg dan 75,89 mg/kg, Anadara granosa L sebesar 8,59 mg/kg (uji pendahuluan), 19,67 mg/kg, dan 18,68 mg/kg. Hasil menunjukan bahwa air, sedimen dan jaringan lunak kerang darah (Anadara granosa L) di Perairan Tambaklorok masih sesuai dengan baku mutu KMLH No. 51 tahun 2004 dan Wiconsin Department of Natural Resources tahun 2003 untuk sedimen. Nilai MWI dengan asumsi 60 kg untuk laki-laki sebesar 420 mg dan 45 kg untuk perempuan sebesar 315 mg. Nilai MTI asumsi 60 kg laki-laki pada uji pendahuluan sebesar 48,89 kg, Desember 2015 sebesar 21,35 kg dan Februari 2016 sebesar 22,48 kg. Sedangkan asumsi 45 kg untuk perempuan pada uji pendahuluan sebesar 36,67 kg, Desember 2015 sebesar 16,01 kg dan Februari 2016 sebesar 16,86 kg.

 

 

ABSTRACT : The high activity in the coastal areas Tambaklorok and a decrease in soil and coastal erosion is suspected to be the source of heavy metal pollution. One form of the heavy metal pollution was heavy metals zinc (Zn). This study aimed to analyze the Zn content of heavy metals in water, sediments and shellfish soft tissue blood (Anadara granosa L) and know the value of MTI and MWI in humans. This research was conducted in November 2015 (preliminary test), sampling I (December 2015) and II (February 2016). Preliminary test done by buying in the market Tambaklorok shellfish samples taken directly from the waters Tambaklorok. The method in this research is descriptive method. Determining the location of the sampling is done by purposive sampling method. Heavy metal analysis using AAS. The results showed Zn content of heavy metals in water of 0.005 mg / l and <0,001 mg / l, sediment 109.2 mg / kg and 75.89 mg / kg, Anadara granosa L of 8.59 mg / kg (preliminary test) , 19.67 mg / kg and 18.68 mg / kg. Results showed that water, sediments and shellfish soft tissue blood (Anadara granosa L) in the waters of Tambaklorok still in accordance with the quality standards KMLH No. 51 in 2004 and Wiconsin Department of Natural Resources in 2003 for sediment. MWI value assuming 60 kg for males at 420 mg and 45 kg for females at 315 mg. MTI value assuming 60 kg male in a preliminary test of 48.89 kg, in December 2015 amounted to 21.35 kg and February 2016 amounted to 22.48 kg. While the assumption of 45 kg for women in a preliminary test of 36.67 kg, in December 2015 amounted to 16.01 kg and February 2016 amounted to 16.86 kg.

 

Keywords: Seng (Zn); Air; Sedimen; Anadara granosa L

Article Metrics: