Struktur Komunitas Krustasea: Decapoda Pada Ekosistem Mangrove Di Kecamatan Genuk, Semarang

*Denanda Christina Putri  -  Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Jusup Suprijanto  -  Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Nur Taufiq-Spj  -  Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Published: 2 Feb 2018.
Open Access
Citation Format:
Abstract

ABSTRAK : Mangrove merupakan sumber makanan potensial dalam berbagai bentuk bagi semua biota yang hidup di ekosistem mangrove. Kondisi ekosistem  mangrove  yang  terganggu dapat menyebabkan penurunan fungsi ekologis ekosistem mangrove. Wilayah pesisir Semarang dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas manusia seperti tempat industri, pertambakan, pabrik dan dapat juga sebagai tempat pembuangan limbah. Oleh karena itu perlu adanya penelitian mengenai  struktur komunitas krustasea pada ekosistem mangrove yang berbeda. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji komposisi dan kelimpahan krustasea yang berada di kawasan vegetasi mangrove Kecamatan Genuk, Kota Semarang pada lokasi yang berbeda. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif eksploratif, sedangkan metode penentuan lokasi menggunakan metode purposive sampling. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah sampel krustasea dan kerapatan mangrove. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni - Agustus 2016. Analisis sampel penelitian dilakukan di Laboratorium Teknik Lingkungan Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro. Hasil penelitian yang diperoleh adalah Krustasea yang ditemukan pada penelitian ini terdapat 11 spesies yang terdiri dari 5 famili dalam 2 infra ordo yang berbeda. Infraordo Brachyura yang paling banyak ditemukan dengan jumlah 4 famili. Sedangkan untuk infraordo Anomura ditemukan satu famili. Kelimpahan tertinggi terdapat pada Stasiun IV sebesar 0,372 ind/100 m2.Secara keseluruhan nilai Indeks Keanekaragaman masuk dalam kategori sedang (H’=1,57-3,02). Indeks Keseragaman termasuk dalam kategori tinggi (E= 0,93-0,99). Indeks Dominansi termasuk dalam kategori tidak ada dominansi (C=0,13-0,33). Pola sebaran jenis yang mendominasi adalah pola sebaran acak.

 


ABSTRACT : Mangrove is a potential food source  for organisms which live in mangrove ecosystem. Disrupted mangrove ecosystem can cause a decrease in  ecological function. Semarang coastal areas are used for various human activities such as industrial sites, farms, factories and also as a waste disposal site. Therefore, research on the community structure of crustaceans in different mangrove ecosystem need to be conducted. The purpose of this study is to assess the compisition and abundance of crustaceans  in the mangrove vegetation area at Genuk subdistrict, Semarang in different locations to determine the abundance of crustaceans in different ecosystem. This research used descriptive explorative, while the method of determining the locations using purposive sampling method. The materials used in this study were sample crustaceans and mangrove density. The research was conducted in June-August 2016. The samples were analyzed at the Laboratory of Environmental Engineering, Faculty of Engineering, University of Diponegoro. The crustaceans found in this study were as many 11 species consisting of 5 families in two different infra order. Infra order Brachyura was the most commonly found with a number of 4 families. While there was only one family which found from infra order Anomura. The highest abundance found in Stastion IV with the result 0.372ind/100 m2. Overall, the Diversity Index value in the category as medium (H’=1,57-3,02). Uniformity Index was included in the high category (E= 0,93-0,99). Dominance Index included in the category of no dominance (C=0,13-0,33). The distribution pattern of dominant species is a random distribution pattern.

Keywords: Krustasea; Struktur Komunitas; Mangrove; Genuk

Article Metrics: