Metode Lepas Dasar dengan Net Bag pada Pertumbuhan Kappaphycus alvarezii (Doty)

*Ichsan Suryo Wibowo  -  Universitas Diponegoro, Indonesia
Gunawan Widi Santosa  -  Universitas Diponegoro, Indonesia
Ali Djunaedi  -  Universitas Diponegoro, Indonesia
Received: 20 Nov 2019; Published: 20 Feb 2020.
Open Access
Citation Format:
Abstract

ABSTRAK: Parameter keberhasilan dari kegiatan budidaya rumput laut diukur berdasarkan dari hasil produksi thallus yang dibudidayakan. Metode budidaya yang digunakan dalam kegiatan budidaya rumput laut merupakan salah satu faktor penting yang dijadikan sebagai acuan keberhasilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pertumbuhan dari rumput laut K. alvarezii yang dibudidayakan dengan metode lepas dasar menggunakan net bag yang dimodifikasi. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah bibit rumput laut K. alvarezii (F2) yang diperoleh dari pembudidaya di Perairan Pulau Kemujan, Kepulauan Karimunjawa. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan rancangan percobaan berpola Rancangan Acak Lengkap. Perlakuan yang diujikan adalah rumput laut K. alvarezii yang dibudidayakan dengan perlakuan A (satu lapis jaring), perlakuan B (dua lapis jaring), dan perlakuan C (tiga lapis jaring). Penanaman bibit dilakukan selama 42 hari sejak penanaman. Parameter pengamatan meliputi laju pertumbuhan spesifik dan parameter kualitas perairan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh sistem budidaya lepas dasar menggunakan net bag (P < 0,05) terhadap laju pertumbuhan spesifik K. alvarezii. Metode net bag dengan satu lapis jaring memiliki pertumbuhan terbaik pada 4,95 ± 0,70 %g/hari.

 

ABSTRACT: The success parameters of seaweed farming activities are measured based on the results of cultivated thallus. The cultivation method used in seaweed farming activities is one of the important factors used as a reference for success. This study aimed to assess the growth of K. alvarezii that was cultivated by employing off bottom method in a modified net bag system. The material used in this study was K. alvarezii (F2) seaweed seeds obtained from cultivators in Kemujan Island, Karimunjawa Islands. The research method used was an experiment with a completely randomized design patterned. The treatments tested were K. alvarezii which was cultivated by treatment A (single net), treatment B (double net), and treatment C (triple net). Planting of seeds was carried out for 42 days after planting. Observation parameters include specific growth rate and water quality parameters. ANOVA test results showed that there was a significant influence (P <0.05) on the absolute weight and specific growth rate of K. alvarezii. Results showed that single net bag method given the best growth rate at 4.95 ± 0.70 %g/day.

Keywords: Pertumbuhan; Kappaphycus alvarezii; Net Bag; Kemujan

Article Metrics: