Kecocokan Habitat Bertelur Penyu Sisik Eretmochelys imbricate, Linnaeus, 1766 (Reptilia : Cheloniidae) di Balai Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu, Jakarta

*Dodi Rachman  -  Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Edi Wibowo Kushartono  -  Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Gunawan Widi Santosa  -  Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Published: 1 May 2019.
Open Access
Citation Format:
Abstract

Penyu Sisik (Eretmochelys imbricata) adalah penyu yang memiliki ciri khas moncong berbentuk paruh, rahang atasnya melengkung ke bawah dan relatif tajam seperti burung kakak tua sehingga sering disebut “Hawksbill turtle”. Penyu jenis ini adalah pemakan terumbu karang yang tidak sehat sehingga terumbu karang menjadi sehat kembali.Tujuan dari penelitian ini adalah Mengetahui lokasi atau hotspot area peneluran penyu di Pulau Peteloran Timur Balai Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu dan Mengetahui karakteristik habitat penyu dalam memilih lokasi bersarang dan bertelur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Survey Deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi langsung di lapangan meliputi pengukuran panjang, lebar, dan kemiringan pantai, pengukuran suhu, identifikasi vegetasi pantai, predator dan kelembaban sarang serta pengukuran jenis substrat sarang di laboratorium geologi Universitas Diponegoro. Penentuan stasiun pengamatan menggunakan metode Purposive Random Sampling. Hasil penelitian menunjukkan ditemukannya 2 sarang Penyu Sisik (Eretmochelys imbricata) di bagian sebelah timur pulau dengan total jumlah 390 butir telur. Panjang pantai Pulau Peteloran Timur setiap stasiunnya berkisar 4,80–13,20 m,  lebar pantainya 12–19,60 m. Kemiringan pantai Pulau Peteloran Timur mencapai 0,07–0,23°. Hasil pengukuran suhu berkisar 31–34 °C. Kadar air sedimen berkisar antara 0,002–0,004 %. Ukuran butir pasir Pulau Peteloran Timur didominasi pasir kasar dengan mencapai 48,55%. Vegetasi yang mendominasi adalah Pandan (Pandanus tectorius) selebihnya vegetasi campuran. Predator yang dijumpai di lapangan adalah Biawak (Varanus salvator).

 

Hawksbill turtle (Eretmochelysimbricata) is a turtle that has the characteristics of a half-shaped muzzle, its upper jaw is curved downward sharply and often called the "Hawksbill Turtle". This type of turtle is an unhealthy coral reef eater so that the coral reefs are able to maintain its healthy condition.The purpose of this research is to know the location or hotspot area of turtle nesting in the east peteloran, Seribu Archipelago national park and to know the habitat characteristics of turtle in choosing nesting and laying eggs location. The method used in this research was descriptive survey method. The data collection were done by direct observation in a long-distance field by assessing the width, and coastal slope, temperature measurement, predator and humidity of nest and measurement of nest type in the geological laboratory of Diponegoro University. Determination of the location was determined by purposive random sampling method. The results showed 2 Hawksbill nests (Eretmochelysimbricata) in the eastern part of the island had a total of 390 eggs. The length of the East Peteloran Island beach each station ranged from 4.80 to 13.20 m, the beach width of 12-19.60 m. The eastern coastal slope of East Peteloran Island reached 0.07-0.23°. The temperature measurements ranged from 31-34° C. Sediment air content ranged from 0.002-0.004%. The size of the sand grains of East Peteloran Island was dominated by a sand average of 48.55%. Vegetation that dominates were Pandan (Pandanustectorius) and the others were mixed vegetation. Predator found in the field was monitor Lizards (Varanussalvator).

Keywords: Eretmochelys imbricata; Habitat; Pulau Peteloran Timur

Article Metrics: