Kelimpahan Rumput Laut Di Komunitas Lamun Di Perairan Pulau Nyamuk Kepulauan Karimunjawa

*Rio Adista Widodo Putra  -  Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Adi Santoso  -  Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Ita Riniatsih  -  Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Published: 3 Feb 2019.
Open Access
Citation Format:
Abstract

Pulau Nyamuk merupakan salah satu pulau yang berada di bagian barat kepulauan Karimunjawa. Rumput laut dan lamun masuk dalam vegetasi pesisir yang ada di Pulau Karimunjawa. Tingginya aktivitas penangkapan ikan oleh nelayan dan rencana pembangunan sarana pariwisata diduga menjadi pemicu tertekannya 2 vegetasi laut tersebut di Pulau Nyamuk. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah mengidentifikasi jenis dan struktur komunitas rumput laut di padang lamun di perairan Pulau Nyamuk Kepulauan Karimunjawa. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah tumbuhan rumput laut dan lamun. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif eksplorasif. Penelitian ini dilakukan pada 3 stasiun yang berbeda di perairan Pulau Nyamuk, yaitu pada stasiun A bagian timur, stasiun B pada bagian barat dan stasiun C pada bagian utara Pulau Nyamuk. Ditemukan 5 jenis rumput laut jenis Padina australis, Halimeda macroloba, Caulerpa sertulairoides, Caulerpa racemosa dan Sargassum sp. dan 2 spesies lamun jenis Enhalus acoroides dan Halophila ovalis. Rata-rata total tutupan rumput laut adalah 48,61 % sedangkan tutupan lamun adalah 19,94 %. Nilai indeks keanekaragaman dan keseragaman rumput laut termasuk kategori rendah, kecuali pada perairan utara pulau nilai keanekaragamannya sedang dan nilai keseragamannya tinggi. Sedangkan indeks dominasi terlihat ada spesies rumput laut yang mendominasi pada perairan bagian barat dan timur pulau.

 

Nyamuk Island is one of an island located in the western part of Karimunjawa archipelago. Seaweed and seagraas is a marine vegetation in Nyamuk Island. The highest fishing activities and the development plan of tourism facilities trigger the depressed ecological function these marine vegetation on Nyamuk Island. This study aims to identify the type and structure of the seaweed community in seagrass beds and the environmental factors of aquatic physics that affect the existence of seaweed and seagrass in the waters of Nyamuk Island. This research was conducted on August 29 to September 1, 2017, located at Nyamuk Island, District Karimunjawa, Jepara regency, Central Java Province. The material used in this research was seaweed and seagrass plants. This research parameter data taken directly (in situ). This research uses descriptive exploration method. This research was conducted on 3 different stations in the waters of Nyamuk Island, which is on the east, west and north of Nyamuk Island.Found 5 types of seaweed type Padina australis, Halimeda macroloba, Caulerpa sertulairoides, Caulerpa racemosa and Sargassum sp. and 2 species of seagrass species Enhalus acoroides and Halophila ovalis. The average total seaweed cover is 48.61% while the seagrass cover is 19.94%. The index value of diversity and uniformity of seaweed is low except in Northern Island, diversity value including medium and uniformity is high, while dominance index is seen that seaweed species dominate on Western and Eastern Island.

Keywords: Komposisi; Tutupan; Rumput Laut; Lamun; Asosiasi

Article Metrics: