PERENCANAAN SISTEM POLDER KOTA LAMA SEMARANG

Dwitama Aji Putriana, Luckman Ismail, Suripin Suripin, Priyo Nugroho Parmantoro

Abstract


ABSTRAK

Kota Lama Semarang merupakan daerah yang mengalami penurunan tanah (land subsidence) besar, ± 5 cm/tahun. Hal ini menjadikan elevasi muka tanah lebih rendah dari elevasi muka air laut pasang dan muka air banjir sungai sehingga mengakibatkan banjir dan rob di daerah Kota Lama Semarang. Permasalahan ini diatasi dengan drainase sistem polder (sistem non gravitasi). Laporan Tugas Akhir ini bertujuan melindungi Kota Lama Semarang dari banjir dengan cara mendesain drainase sistem polder dengan komponen-komponennya, yaitu: kolam retensi, saluran primer, rumah pompa, saluran pembuang, dan tanggul. Metode yang dilakukan meliputi: survei lapangan, identifikasi masalah, perumusan masalah, tinjauan pustaka, pengumpulan data, analisis data hidrologi, perencanaan teknis seluruh komponen, perhitungan RAB dan time schedule, pembuatan Rencana Kerja dan Persyaratan Teknis, serta pembuatan metode pelaksanaan kerja.

 

Pada sistem polder ini direncanakan kolam retensi dengan kapasitas tampungan 18363.25 m3, saluran primer sepanjang 6.105 m menggunakan precast, tiga pompa masing-masing berkapasitas 0,5 m3, saluran pembuang sepanjang 550 m menggunakan pipa baja, serta peninggian jalan setinggi 30 cm yang difungsikan sebagai tanggul pada Jl. Taman Tawang, Jl. Merak, Jl. Cenderawasih, Jl. Empu Tantular, Jl. Sendowo, dan Jl. KH. Agus Salim. Anggaran yang dibutuhkan dalam pembangunan sistem polder Kota Lama Semarang sebesar Rp 34.858.000.000,00. Dalam perencanaan diperhatikan time schedule dan traffic management, mengingat wilayah pelaksanaan merupakan wilayah padat penduduk dan memiliki arus lalu lintas padat. Selain itu dilakukan sosialisasi terhadap warga setempat agar ikut berperan serta dalam pemeliharaan seluruh komponen sistem polder sehingga sistem polder berfungsi secara optimal dan bertahan selama umur rencana.

 

Kata kunci : polder, saluran, pompa, kolam, tanggul


 

ABSTRACT
Kota Lama Semarang was an area where had land subsidence ± 5 cm/year. It made the land surface elevation of Kota Lama Semarang is lower than sea water level  and river water levels. It made flood and tidal flood happened in Kota Lama Semarang. The problem was treated by applying polders system drainage (non-gravity systems). The Final report aimed to protect Kota Lama Semarang from flooding by applying design polder system with its components, namely: retention ponds, primary canals, pumping stations, discharge channels, and dikes. The methods included: field surveys, problem identification, problem definition, literature review, data collection, analysis of hydrological data, technical for all components, the calculation of project cost and the time schedule, the stage of the Work Plan and Technical Requirements, and manufacturing method of the project.

The polder system is planned retention pond for 18363.25 m3 capacity, 6105 meters of primary channels using precast, three pumps with each pump has 0.5 m3 capacity, 550 m of long exhaust duct using steel pipes, and 30 cm of highly the elevation road that used as embankment on Parks Tawang st., Peacock st., Cenderawasih st., Tantular masters st., Sendowo st., and KH. Agus Salim st. The cost to build this polder system is Rp 34,858,000,000.00. In the construction, it have to be known time schedule and traffic management, because the area has densely residential areas and has enough traffic flow congested. Beside of calculating the technical, it is needed to socialize with local citizen in order to participate in the maintenance of all components of the system so the polder system drainage can be used optimally and persist throughout the life of the plan.

Keywords: polder, channels, pumps, ponds, dikes.

Keywords


polder; channels; pumps; ponds; dikes

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.