APLIKASI REKAYASA NILAI (STUDI KASUS : PROYEK JALAN TOL SEMARANG – SOLO RUAS SEMARANG – BAWEN SESI PENGGARON – BEJI)

Saut Martua Hasiholan Saragih, Weny Saputri, M. Agung Wibowo, Bagus Hario Setiadji

Abstract


Pertumbuhan penduduk Indonesia yang semakin tinggi menyebabkan meningkatnya kebutuhan masyarakat di segala aspek kehidupan, termasuk kebutuhan akan sarana transportasi. Jalan Semarang-Solo sebagai salah satu jalur padat di Jawa Tengah, volume lalu lintasnya semakin hari semakin padat melebihi kapasitas jalan, hal ini menyebabkan tidak seluruh volume lalu lintas mampu dilayani oleh jalan tersebut. Pemerintah melalui PT. Trans Marga Jawa Tengah  membangun jalan tol yang menghubungkan Kota Semarang dan Solo sepanjang 75,67 km sebagai solusi dari permasalahan tersebut. Pembangunan Jalan Tol Semarang-Solo Tahap I ruas Semarang Bawen sesi Penggaron-Beji menggunakan sistem perkerasan kaku cor (Rigid pavement) sebagai desain awal perkerasannya. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa desain perkerasan dengan sistem rigid pavement memiliki beberapa kelemahan, sehingga perlu ada desain inovasi untuk meminimalisir kelemahan tersebut. Melalui tahapan rekayasa nilai yaitu tahap informasi, spekulasi, analisis, pengembangan, presentasi dan implementasi diperoleh desain inovasi terpilih yaitu desain perkerasan dengan sistem beton prategang pracetak (PPCP). Hasil analisis menunjukkan bahwa penerapan sistem PPCP di proyek dapat mempersingkat waktu pelaksanaan selama 84 hari atau 21% dari desain awal.

Keywords


Jalan Tol; Rekayasa Nilai; Perkerasan Kaku; PPCP

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.