KAJIAN GESER INTERFACE ANTARA BETON LAMA DAN BARU DENGAN VARIABEL WAKTU DAN VARIABEL PENANGANAN INTERFACE

Edwin Sandagie, Ferdinandus Hendrico, Parang Sabdono, Purwanto purwanto

Abstract


ABSTRAK

 

Dalam bidang perbaikan dan perkuatan struktur beton, sering muncul kebutuhan untuk menempatkan beton baru menyatu dengan beton lama. Beberapa contoh aplikasi di lapangan adalah pada struktur jalan raya yang membutuhkan perbaikan atau pelebaran dan juga untuk memperbaiki struktur beton dari kerusakan akibat penurunan kualitas. Penelitian ini menggunakan salah satu metode penanganan interface yaitu dengan mengasarkan permukaan beton lama. Pada metode penyambungan dengan pengasaran permukaan beton lama, dibagi menjadi dua yaitu pengasaran tingkat rendah dan tingkat tinggi. Klasifikasinya yaitu pengasaran tingkat rendah dilakukan dengan membuat tekstur pada permukaan beton lama dengan kedalaman ± 3 mm sedangkan pengasaran tingkat tinggi dilakukan dengan membuat tekstur pada permukaan beton lama dengan kedalaman ± 7 mm dan diberi kawat ayam. Benda uji yang digunakan berupa kubus berukuran 15x15x15 cm yang dibagi menjadi dua yaitu beton lama berukuran 10x15x15 cm dan beton baru berukuran 5x15x15 cm. Kedua metode pengasaran tersebut masing-masing akan dikombinasikan dengan variasi umur penyambungan beton lama dan baru yaitu umur penyambungan 7, 14, dan 28 hari. Secara teoritis, semakin tinggi tingkat pengasaran permukaan beton lama maka tegangan geser pada sambungan akan semakin kuat. Umur penyambungan yang paling lama menghasilkan kenaikan nilai tegangan geser yang paling besar antara metode kasar rendah terhadap kasar tinggi.

Kata kunci: perbaikan, beton, pengasaran, umur penyambungan, kekuatan geser

ABSTRACT

 

In the field of repair and retrofitting of concrete structures, often there is a need to place the new concrete together with the old concrete. Some examples of applications in the field is on the highway structure which need of repairing or widening, and also to repair concrete structures from damage due to loss of quality. This study uses a method of handling the interface by roughning the old concrete surface. In the method of splicing concrete by roughning the old concrete surface, the roughness is divided into two level of roughness, it is low and high roughness. The Classification of low roughness is done by making the texture on the old concrete surface to a depth ± 3 mm and the high roughness is done by making the texture of the old concrete surface to a depth ± 7 mm and were given by the chicken wire. Specimens that used are cubes which dimentions are 15x15x15 cm which is divided into two layers, the old concrete layer size is 10x15x15 cm and the new concrete size is 5x15x15 cm. Both of roughness methods, each of them will be combined with the age of splicing variations between old and new concrete, it is 7, 14, and 28 days. Theoretically, by making higher the level of roughness surface in the old concrete, the shear strength of the interface will be stronger. The longest age of splicing resulted the biggest increasing of shear stress between low roughness and high roughness.

 

Keywords: repair, concrete, roughness, age of splicing, shear strength


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.