Peran Life Cycle Assessment (LCA) Pada Konstruksi Sipil

*Arya Desta A  -  Departemen Teknik Sipil, Indonesia
Amelia Kristina Putri  -  Departemen Teknik Sipil, Indonesia
Jati Utomo DH  -  Departemen Teknik Sipil, Indonesia
M.Agung Wibowo  -  Departemen Teknik Sipil, Indonesia
Published: 19 Oct 2018.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: ID
Statistics: 98
Abstract

ABSTRAK

 

Semakin meningkatnya sektor ekonomi, maka semakin berkembangnya sektor konstruksi. Sektor konstruksi juga merupakan sumber utama yang bertanggung jawab atas dampak lingkungan yang ditandai dengan meningkatnya suhu di bumi akibat dari pengolahan material, transportasi, penggunaan peralatan pada saat proses konstruksi, proses pembongkaran/ demolisi (Kendall, Keoleian, & Helfand, 2008). Untuk mengetahui dampak lingkungan dari suatu siklus hidup konstruksi diperlukan suatu metode yaitu Life Cycle Assessment (LCA). Ruang lingkup LCA terbagi menjadi empat, yaitu : cradle to grave, cradle to gate, gate to gate, dan cradle to cradle. LCA merupakan metode yang sangat cocok digunakan untuk penilaian lingkungan dari siklus hidup konstruksi sipil (Penadés-Plà, Martí, García-Segura, & Yepes, 2017). Untuk menghitung proses estimasi kebutuhan energi pada tahap transportasi, produksi dan konstruksi secara garis besar dengan cara menghitung besaran konsumsi bahan bakar yang digunakan oleh peralatan dengan satuan liter, sedangkan rumus untuk menghitung besaran kosumsi yang digunakan dengan menghitung konsumsi bahan bakar per jam untuk setiap alat yang ditinjau (Mulyana, 2017).

Keywords: life cycle assessment; konstruksi; konsumsi energi; emisi

Article Metrics: