STUDI ANALISIS TINGKAT KERENTANAN BANGUNAN TERHADAP GEMPA DENGAN KEKUATAN MAKSIMUM 6.9 MW

*Liza Azizah  -  Departemen Teknik Sipil, Indonesia
R Dian Chintami  -  Departemen Teknik Sipil, Indonesia
Windu Partono  -  Departemen Teknik Sipil, Indonesia
Sukamta Sukamta  -  Departemen Teknik Sipil, Indonesia
Published: 1 Feb 2018.
View
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: ID
Statistics: 108 308
Abstract

Semarang rawan terhadap gempa yang diakibatkan oleh sumber gempa sesar aktif. Sesar aktif yang terdeteksi oleh Tim Pemutakhiran Peta Bahaya Gempa Bumi Indonesia Tahun 2016 (2017) diantaranya adalah sesar aktif Semarang, Demak, Rawapening, Weleri, dan Pati. Hasil penelitian Tim Revisi Peta Gempa Indonesia (2010), Semarang dipengaruhi oleh satu sesar aktif yaitu sesar Lasem. Penelitian ini mengkaji kerentanan bangunan di Semarang terhadap gempa yang diakibatkan oleh sumber gempa sesar aktif, yaitu sesar Lasem, Semarang dan Demak. Alasan digunakannya ketiga sesar tersebut adalah karena posisi ketiga sesar tersebut paling dekat dengan Semarang. Tujuan penelitian adalah mengevaluasi tingkat kerentanan bangunan dengan mengkaji perbandingan drift ratio dan deformasi antara skenario gempa dengan spektrum respons gempa di permukaan sebagaimana yang terdapat pada SNI 1726:2012. Bangunan-bangunan yang dikaji adalah Hotel City One, Hotel Dr. Wahidin, Training Center II Undip, Apartment Paltrow, Semarang Medical Center, Hotel Holiday Inn Express, Universitas Semarang dan Rumah Sakit Islam Sultan Agung. Sumber gempa yang digunakan adalah Chi-Chi dari Taiwan dengan kekuatan 6.2 Mw, Imperial Valley dari Amerika dengan kekuatan 6.53 Mw, Kobe dari Jepang dengan kekuatan 6.9 Mw dan Victoria dari Mexico dengan kekuatan 6.33 Mw. Analisis struktur pada bangunan dilakukan dengan acceleration time histories dan spektrum respons hasil modifikasi dari acceleration time histories. Penelitian ini dilakukan menggunakan bantuan aplikasi SAP2000. Hasil dari penelitian didapatkan bahwa delapan bangunan yang diteliti mampu menahan gempa berkekuatan 6.2 Mw – 6.9 Mw dengan jarak episenter 3.86 Km – 13.8  Km.

Keywords: : kerentanan bangunan, acceleration time histories, spektrum respons; drift ratio; deformasi

Article Metrics: