ANALISIS SISTEM DRAINASE JALAN TOL BALIKPAPAN – SAMARINDA KM 22 + 025 – 52 + 100

Yanuar Adhiya Pratama, Usamah Hidayatullah, Sutarto Edhisono, Dwi Kurniani

Abstract


Jalan Tol Balikpapan – Samarinda merupakan salah satu pekerjaan infrastruktur berdasar kepada keputusan Pemerintah yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah No. 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional. Untuk menunjang kinerja jalan tol, maka diperlukan analisis sistem drainase jalan tol, agar tidak terjadi genangan dan kerusakan struktur jalan.

Analisis sistem drainase dimulai dengan analisis hidrologi menggunakan metode hitung rata – rata aljabar. Data hujan didapatkan dari Stasiun Hujan Sepinggan (01o 15’ 44,9” LS , 116o 53’ 41” BT) dan dari Stasiun Hujan Temindung (00o 26’ 46” LS, 117o 9’ 36” BT). Data hujan yang digunakan adalah data hujan maksimum tahunan selama 15 tahun dari tahun 2001 hingga tahun 2015. Data hujan tersebut diolah menjadi intensitas hujan kala ulang menggunakan persamaan Mononobe. Selanjutnya hasil hitung intensitas hujan kala ulang tersebut digunakan untuk analisis debit menggunakan alat bantu aplikasi  EPA SWMM Versi 5.1 sehingga didapatkan nilai debit banjir rencana (Q50) untuk gorong – gorong dan debit banjir rencana (Q25) untuk saluran samping, dan saluran median.

Analisis debit banjir rencana tersebut dilakukan dengan pemodelan skema aliran sistem drainase jalan tol dilakukan menggunakan alat bantu aplikasi  EPA SWMM Versi 5.1. Guna perencanaan hidrolik saluran, digunakan persamaan passing capacity. Saluran yang digunakan pada perencanaan sistem drainase Jalan Tol Balikpapan – Samarinda segmen 2 ini adalah saluran beton pra cetak dengan jenis saluran U-Ditch tipe U400D untuk saluran samping dan median, dan saluran Box Culvert dengan tipe BC 2 x 2 x 1 untuk saluran gorong – gorong.


Keywords


Jalan tol, drainase, EPA SWMM;Passing Capacity; U-Ditch; Box Culvert.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.