KAJIAN PENANGANAN BANJIR SUNGAI TUNTANG DI DESA PULOSARI KABUPATEN DEMAK

*Amylian Rizkiana Safitri  -  Departemen Teknik Sipil, Indonesia
Alfiansyah Deviar  -  Departemen Teknik Sipil, Indonesia
Suharyanto Suharyanto  -  Departemen Teknik Sipil, Indonesia
Rudi Yuniarto Adi  -  Departemen Teknik Sipil, Indonesia
Published: 6 Dec 2017.
View
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: ID
Statistics: 123 107
Abstract

Banjir adalah luapan air yang melebihi kapasitas penampang atau melewati batas elevasi rencana sungai akibat curah hujan yang tinggi. Banjir merupakan salah satu bencana alam yang mempunyai dampak besar bagi kelangsungan hidup manusia.

Kabupaten Demak merupakan salah satu Kabupaten di Provinsi Jawa Tengah. Permasalahan banjir yang terjadi di Kabupaten Demak antara lain disebabkan karena meluapnya salah satu sungai yaitu Sungai Tuntang. Salah satu desa yang sering terjadi banjir di Kab. Demak adalah Desa Pulosari. Desa Pulosari memiliki luas 2 km² dan jumlah penduduk sebanyak 2151 jiwa pada Desember tahun 2014.  Sungai Tuntang memiliki panjang sekitar 113,51 km yang mengalir dari Rawa Pening hingga bertemu dengan Laut Jawa. Kondisi Sungai Tuntang yang mengalami penyempitan alur serta pendangkalan menyebabkan berkurangnya kapasitas penampang sungai untuk mengalirkan debit banjir.

Debit banjir rencana yang digunakan dalam menganalisis penampang menggunakan periode ulang 25 tahunan Q25= 270.032 m3/dt. Analisis penampang eksisting dan penampang rencana dilakukan menggunakan software HEC-RAS. Output dari software HEC-RAS menunjukkan terpenuhi atau tidaknya debit banjir pada penampang sungai.

Permasalahan banjir di Sungai Tuntang diatasi dengan berbagai cara, yaitu dengan perbaikan penampang, perencanaan tanggul, dan peninggian tanggul eksisting.

Keywords: banjir, perbaikan penampang sungai; tanggul; dan perkuatan lereng

Article Metrics: