skip to main content

HUBUNGAN INTENSITAS KEBISINGAN DI LINGKUNGAN KERJA DENGAN PENINGKATAN TEKANAN DARAH PADA PEKERJA PT X SEMARANG

*Aqila Tischana Dewi  -  Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro, Jl. Prof. H. Soedarto, S.H.,Tembalang, Semarang, Indonesia | Universitas Diponegoro, Indonesia
Tri Joko  -  Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro, Jl. Prof. H. Soedarto, S.H.,Tembalang, Semarang, Indonesia | Universitas Diponegoro, Indonesia
Yusniar Hanani Darundiati  -  Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro, Jl. Prof. H. Soedarto, S.H.,Tembalang, Semarang, Indonesia | Universitas Diponegoro, Indonesia

Citation Format:
Abstract
Noise from working environment can generate health impact on workers. Noise exposure which exceeds the treshold limit can affect the cardiovascular system, one of which is the increase of blood pressure. This research aims to determine the association between noise intensity and the increase of blood pressure on workers at PT X Semarang, a steel conduit manufacturing company. This is an observasional analitic study with cross-sectional design. The respondent amounted to 32 people taken with total sampling technique. The noise intensity measurement showed that the lowest noise intensity is in office area (59,7 dBA) while the highest is in factory B (88,12 dBA). The average age of the respondents is 40 years old with 8 years of working period. The average blood pressure before working is 124,06/81,34 mmHg and after working is 126,97/82,84 mmHg in which 71,9% respondents have an increase in systolic blood pressure and 68,8% in diastolic blood pressure. Bivariate analysis using fisher’s exact test showed that there is an association between noise intensity and the increase of diastolic blood pressure (p = 0,013; RP = 9,500; CI 95% = 1,641-54,994) but no association between noise intensity and the increase of systolic blood pressure (p = 0,075; RP = 5,938; CI 95% = 1,084-32,513).  Among the confounding variables, there was an association between smoking habit and the increase of diastolic blood pressure (p = 0,022; RP = 7,000; CI 95% = 1,185-41,359) but not with the increase of systolic blood pressure (p = 0,433; RP = 2,600; CI 95% = 0,518-13,041). The conclusion of this research is noise intensity and smoking habit can affect the increase of diastolic blood pressure. The workers are advised to wear earplugs when working.

Note: This article has supplementary file(s).

Fulltext View|Download |  Validity Sheet
Lembar Pengesahan Artikel
Subject
Type Validity Sheet
  Download (65KB)    Indexing metadata
Keywords: noise intensity; blood pressure; industrial workers

Article Metrics:

  1. Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Tengah. Statistik Industri Manufaktur Besar Sedang Provinsi Jawa Tengah 2018 Buku I. Semarang: Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Tengah; 2020. 81 p
  2. Babisch W. Cardiovascular Effects of Noise. Noise Heal. 2011;13(52)
  3. Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. Profil Kesehatan Provinsi Jateng Tahun 2019. Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. Semarang: Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah; 2019
  4. Muchsin, Haryono, Rosyidah. Hubungan Karakteristik Pekerja Dengan Tekanan Darah Pekerja Wanita Terpapar Bising Shift Pagi di Bagian Weaving (Tenun) “Agung Saputra Tex” Piyungan Bantul Yogyakarta. Kes Mas. 2010;4(3):144–239
  5. Siswati, Adriyani R. Hubungan Pajanan Kebisingan dengan Tekanan Darah dan Denyut Nadi pada Pekerja Industri Kemasan Semen. J Kesehat Lingkung Indones. 2017;16(1):29–36
  6. Zulharmans, Russeng S, Wahyuni A. Hubungan Kebisingan Pada Tekanan Darah Pada Karyawan Bagian Produksi PT.Semen Tonasa. J Media Kesehat. 2015;
  7. Cao H, Kang T, Chen X. Noise analysis and sources identification in machine tool spindles. CIRP J Manuf Sci Technol. 2019;25:26–35
  8. Fahlevi A, Emra D. Perbaikan Tingkat Kebisingan Kerja Pada Area Produksi PT Bumi Karya Saranamas. J Baut dan Manufaktur. 2020;2(2):1–8
  9. Sasongko DP. Kebisingan Lingkungan. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro Semarang; 2000
  10. Raihan LN, Erwin, Dewi AP. Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Hipertensi Primer Pada Masyarakat di Wilayah Kerja Puskesmas Rumbai Pesisir. JOM PSIK. 2014;1(2):1–10
  11. Widyatama HG, Kusumaningrum D, Widyasyifa SA, Rahmayanti D, Gondoyuwono H. Usia dan jumlah rokok meningkatkan tekanan darah. Ilm Kesehat IQRA. 2020;8(2):69–76
  12. Aristoteles. Korelasi Umur dan Jenis Kelamin Dengan Penyakit Hipertensi di Emergency Center Unit Rumah Sakit Islam Siti Khadijah Palembang 2017. Indones J Perawat. 2018;3(1):9–16
  13. Hakim R A, Ali Z, Tjekyan R. Prevalensi dan Faktor Risiko Hipertensi di Kecamatan Ilir Timur II Palembang Tahun 2012. Maj Kedokt Sriwij. 2015;47(1):51–60
  14. Anggara FHD, Prayitno N. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Tekanan Darah di Puskesmas Telaga Murni Cikarang Barat tahun 2012. J Ilm Kesehat. 2013;5(1):20–5
  15. Garwahusada E, Wirjatmadi B. Hubungan Jenis Kelamin, Perilaku Merokok, Aktivitas Fisik Dengan Hipertensi Pada Pegawai Kantor. Media Gizi Indones. 2020;15(1):60–5
  16. Babisch W, Pershagen G, Selander J, Houthuijs D, Breugelmans O, Cadum E, et al. Noise annoyance - A modifier of the association between noise level and cardiovascular health? Sci Total Environ. 2013;452–453:50–7
  17. Sheps S. Mayo Clinic Hipertensi, Mengatasi Tekanan Darah Tinggi. Jakarta: Intisari Mediatama; 2005
  18. Sitorus R. Gejala Penyakit dan Pencegahannya. Bandung: Yrama Widya; 2008
  19. Livi LE. Hubungan Antara Konsumsi Alkohol dengan Kejadian Hipertensi pada Laki-Laki Usia 25-65 Tahun di Desa Kapoya Kecamatan Tareran Suluun Kabupaten Minahasa Selatan. J Kesehat Mayarakat Univ Sam Ratulangi. 2015;8(4):1–9
  20. Susiani, Priajaya S, Sirait A. Analisis Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Resiko Kejadian Hipertensi pada Usia Dewasa Muda di Puskesmas Batang Beruh Kecamatan Sidikalang Kabupaten Dairi Tahun 2019. J Chem Inf Model. 2019;3(3):33–43

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.