skip to main content

KEPADATAN NYAMUK DI WILAYAH BUFFER PELABUHAN MUARA SABAK (Studi di Kelurahan Muara Sabak Ilir Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi)

*Rushadi Rushadi  -  Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro, Jl. Prof. H. Soedarto, S.H.,Tembalang, Semarang, Indonesia | Universitas Diponegoro, Indonesia
Retno Hestiningsih scopus  -  Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro, Jl. Prof. H. Soedarto, S.H.,Tembalang, Semarang, Indonesia | Universitas Diponegoro, Indonesia
Nissa Kusariana  -  Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro, Jl. Prof. H. Soedarto, S.H.,Tembalang, Semarang, Indonesia | Universitas Diponegoro, Indonesia
Sri Yuliawati  -  Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro, Jl. Prof. H. Soedarto, S.H.,Tembalang, Semarang, Indonesia | Universitas Diponegoro, Indonesia

Citation Format:
Abstract

Nyamuk merupakan vektor utama dari berbagai penyakit seperti Malaria, Demam Berdarah Dengue, Filariasis, dan Japanis ensefalitis. Berbagai upaya pengendalian telah dilakukan oleh dinas instansi setempat, namun kasus tersebut cenderung selalu ada. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan kepadatan nyamuk diwilayah buffer pelabuhan Muara Sabak (kelurahan Muara Sabak Ilir). Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Sampel pada penelitian ini adalah semua nyamuk dewasa hasil tangkapan di lokasi penelitian. Penangkapan nyamuk dilakukan dengan metode landing collection selama 40 menit/jam dan resting collection selama 10 menit/jam di dalam dan di luar rumah, dimulai pukul 18.00-06.00 WIB pada enam rumah dengan empat kali pengulangan dalam satu bulan. Hasil Penangkapan secara keseluruhan lebih banyak ditemukan secara landing collection (61.32%) dibandingkan resting collection (38,68%). Kepadatan nyamuk menghisap darah tertinggi didominasi oleh nyamuk Mansonia uniformis, dengan MHD (indoor sebesar 0,43 dan outdoor sebesar 0,54). Hasil perhitungan kelimpahan nisbi, frekuensi tertangkap, dan angka dominasi secara keseluruhan juga didominasi oleh nyamuk Mansonia uniformis. Hasil penelitian juga diketahui bahwa di kelurahan Muara Sabak Ilir nyamuk Aedes spp ditemukan menghisap darah pada waktu malam hari. Nyamuk Aedes aegypti ditemukan menghisap darah pukul 18.00-01.40 WIB, sedangkan nyamuk Aedes albopictus ditemukan menghisap darah pukul 18.00-05.40 WIB. Fakta temuan tersebut menunjukkan bahwa, telah terjadi perubahan perilaku menghisap darah nyamuk Aedes spp di kelurahan Muara Sabak Ilir, sehingga perlu menjadi perhatian agar resiko penularan penyakit dapat diketahui dan pengendalian vektor dapat terlaksana secara maksimal.

Note: This article has supplementary file(s).

Fulltext View|Download |  Research Instrument
Untitled
Subject
Type Research Instrument
  Download (127KB)    Indexing metadata
Keywords: Nyamuk; Kepadatan nyamuk; Aktivitas menghisap darah; Vektor.

Article Metrics:

  1. Heriyanto B, Boewono DT, Widiarti, Boesri H, Widyastuti U, Blondine, et al. Atlas Vektor Penyakit Di Indonesia. Cetakan 1. Jakarta: B2P2VRP Salatiga Kemenkes RI; 2011. Hal. 15-21
  2. Widoyono. Penyakit Tropis : Epidemiologi, Penularan, Pencegahan, dan Pemberantasannya. Edisi 2. Rina Istikawati, editor. Jakarta: Penerbit Erlangga; 2011. Hal. 3-75
  3. Ridha MR, Fadilly A, Rosvita NA. Aktivitas nokturnal Aedes (Stegomyia) aegypti dan Ae. (Stg) albopictus (Diptera : Culicidae ) di berbagai daerah di Kalimantan. JHECDs. 2018;3(2):50–5
  4. Supranelfy Y, Santoso. Sebaran Nyamuk Vektor Di Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi. Spirakel. 2016;8(1):21–9
  5. Dinas Kesehatan Tanjung Jabung Timur. Profil Kesehatan Kabupaten Tanjung Jabung Timur Tahun 2018. 2018
  6. Dinas Kesehatan Tanjung Jabung Timur. Profil Dinas Kesehatan Kabupaten Tanjung Jabung Timur Tahun 2019. 2019
  7. Santoso, Yahya, Suryaningtyas NH, Pahlepi RI, Rahayu KS. Studi Bioekologi Nyamuk Mansonia Spp Vektor Filariasis Di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi. Journal Vektora. 2016;8 No.2:71–80
  8. Santoso, Yahya, Suryaningtyas NH, Rahayu KS. Deteksi mikrofilaria Brugia malayi pada nyamuk Mansonia spp dengan pembedahan dan metode PCR di Kabupaten Tanjung Jabung Timur. ASPIRATOR - J Vector-borne Dis Stud. 2015;7(1):29–35
  9. Fadilla Z, Hadi UK, Setiyaningsih S. Bioekologi vektor demam berdarah dengue (DBD) serta deteksi virus dengue pada Aedes aegypti (Linnaeus) dan Ae. albopictus (Skuse) (Diptera: Culicidae) di kelurahan endemik DBD Bantarjati, Kota Bogor. Jurnal Entomologi Indonesia. 2015;12(1):31–8
  10. San Juan. Dengue and the Aedes albopictus mosquito. National Center for Emerging and Zoonotic Infectious Diseases. CDC. 2016;
  11. Almeida APG, Baptista SSSG, Sousa CAGCC, Novo MTLM, Ramos HC, Panella NA, et al. Bioecology and Vectorial Capacity of Aedes albopictus (Diptera: Culicidae) in Macao, China, in Relation to Dengue Virus Transmission. Journal of Medical Entomology. 2006;42(3):419–28
  12. Dieng H, Saifur RGM, Hassan AA, Che Salmah MR, Boots M, Satho T, et al. Indoor-breeding of Aedes albopictus in northern peninsular Malaysia and its potential epidemiological implications. PLoS One. 2010;5(7)
  13. Hadi UK, Soviana S, Gunandini DD. Aktivitas nokturnal vektor demam berdarah dengue di beberapa daerah di Indonesia. Journal Entomologi Indonesia. 2012;9(1):1–6
  14. Prasetyowati H, Marina R, Hodijah DN, Widawati M, Wahono T. Survey Jentik Dan Aktifitas Nokturnal Aedes Spp. Di Pasar Wisata Pangandaran. Journal Ekologi Kesehatan. 2014;13 No. 1:33–42
  15. Dewi S, Terang UJS. Entomologi Kesehatan : Arthropoda Pengganggu Kesehatan dan Parasit Yang Dikandungnya. Edisi 1. Jakarta: UI-Press; 2011. Hal. 35-135
  16. Sahrir N, Ishak H, Maidin A. Pemetaan Karakteristik Lingkungan Dan Densitas Nyamuk Aedes aegypti Berdasarkan Status Endemisitas DBD Di Kecamatan Kolaka. JST Kesehat. 2016;6(1):70–5
  17. Hendri J, Santya RNRE, Prasetyowati H. Distribusi Dan Kepadatan Vektor Demam Berdarah Dengue (Dbd) Berdasarkan Ketinggian Tempat Di Kabupaten Ciamis Jawa Barat. Jurnal Ekologi Kesehatan. 2016;14(1):17–28
  18. Sucipto CD. Vektor Penyakit Tropis. Cetakan 1. Andy Gp, editor. Yogyakarta: Gosyen Publishing; 2011. Hal. 43-60

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.