skip to main content

SYSTEMATIC REVIEW PELAKSANAAN PROGRAMMATIC MANAGEMENT OF DRUG-RESISTANT TUBERCULOSIS PADA PASIEN TUBERKULOSIS RESISTAN OBAT

*Fitri Aviana  -  Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro, Jl. Prof. H. Soedarto, S.H.,Tembalang, Semarang, Indonesia | Universitas Diponegoro, Indonesia
Sutopo Patria Jati scopus  -  Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro, Jl. Prof. H. Soedarto, S.H.,Tembalang, Semarang, Indonesia | Universitas Diponegoro, Indonesia
Rani Tiyas Budiyanti  -  Fakultas Kesehatan Masyarakat Uninversitas Diponegoro, Indonesia

Citation Format:
Abstract
Drug Resistance Tuberculosis (DR TB) adalah penyakit TB yang telah mengembangkan resistansi terhadap satu atau lebih obat anti tuberkulosis (OAD) berdasarkan uji laboratorium yang terstandarisasi dan merupakan salah satu masalah kesehatan yang mengancam keberhasilan pengendalian TB. WHO membentuk Programmatic Management of Drug-Resistant Tuberculosis (PMDT) sebagai upaya pengendalian DR TB. Kajian pustaka ini bertujuan untuk mengetahui implementasi strategi PMDT dalam pengendalian DR TB. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan sistematis dengan pendekatan sederhana. Pencarian artikel dilakukan pada sepuluh database dengan kriteria pencantuman artikel berbahasa Indonesia dan Inggris, batasan publikasi tahun 2011-2020, open access, full text, dan menggunakan strategi PMDT dalam pengobatan. Sebanyak 138 artikel ditemukan dalam pencarian awal. Hasil pemilihan artikel diperoleh 21 artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi yang telah ditentukan. Konsep DOTS Plus atau PMDT menggunakan framework yang sama dengan strategi DOTS dalam upaya pengendalian kasus RO TB. Prosedur PMDT mencakup penemuan pasien; diagnosa; pengobatan; manajemen pasien yang putus pengobatan dan gagal; dan pengobatan pasien dengan TB MDR dan koinfeksi HIV. Hasil pengobatan TB DR dengan strategi PMDT menunjukkan hasil yang berbeda: di Indonesia keberhasilan pengobatan hanya 47,8%, di India rata-rata keberhasilan pengobatan ≥55%, dan di Taiwan keberhasilan pengobatan 82,9%. Faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan pengobatan RO TB adalah jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan pasien, lama waktu pengobatan, dana, dan efek samping obat. Konsep DOTS Plus atau PMDT menggunakan framework yang sama dengan strategi DOTS dalam upaya pengendalian kasus RO TB. Prosedur PMDT mencakup penemuan pasien; diagnosa; pengobatan; manajemen pasien yang putus pengobatan dan gagal; dan pengobatan pasien dengan TB MDR dan koinfeksi HIV. Hasil pengobatan TB DR dengan strategi PMDT menunjukkan hasil yang berbeda: di Indonesia keberhasilan pengobatan hanya 47,8%, di India rata-rata keberhasilan pengobatan ≥55%, dan di Taiwan keberhasilan pengobatan 82,9%. Faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan pengobatan RO TB adalah jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan pasien, lama waktu pengobatan, dana, dan efek samping obat. Konsep DOTS Plus atau PMDT menggunakan framework yang sama dengan strategi DOTS dalam upaya pengendalian kasus RO TB. Prosedur PMDT mencakup penemuan pasien; diagnosa; pengobatan; manajemen pasien yang putus pengobatan dan gagal; dan pengobatan pasien dengan TB MDR dan koinfeksi HIV. Hasil pengobatan TB DR dengan strategi PMDT menunjukkan hasil yang berbeda: di Indonesia keberhasilan pengobatan hanya 47,8%, di India rata-rata keberhasilan pengobatan ≥55%, dan di Taiwan keberhasilan pengobatan 82,9%. Faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan pengobatan RO TB adalah jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan pasien, lama waktu pengobatan, dana, dan efek samping obat. manajemen pasien yang putus pengobatan dan gagal; dan pengobatan pasien dengan TB MDR dan koinfeksi HIV. Hasil pengobatan TB DR dengan strategi PMDT menunjukkan hasil yang berbeda: di Indonesia keberhasilan pengobatan hanya 47,8%, di India rata-rata keberhasilan pengobatan ≥55%, dan di Taiwan keberhasilan pengobatan 82,9%. Faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan pengobatan RO TB adalah jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan pasien, lama waktu pengobatan, dana, dan efek samping obat. manajemen pasien yang putus pengobatan dan gagal; dan pengobatan pasien dengan TB MDR dan koinfeksi HIV. Hasil pengobatan TB DR dengan strategi PMDT menunjukkan hasil yang berbeda: di Indonesia keberhasilan pengobatan hanya 47,8%, di India rata-rata keberhasilan pengobatan ≥55%, dan di Taiwan keberhasilan pengobatan 82,9%. Faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan pengobatan RO TB adalah jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan pasien, lama waktu pengobatan, dana, dan efek samping obat.

Note: This article has supplementary file(s).

Fulltext View|Download |  common.other
Untitled
Subject
Type Other
  Download (42KB)    Indexing metadata
Keywords: PMDT; Tuberculosis, Drug Resistance

Article Metrics:

  1. WHO. Global Tuberculosis Report. 2019
  2. Kementerian Kesehatan RI. Rencana Aksi Nasional Manajemen Terpadu Pengendalian Tuberkulosis Resistan Obat Di Indonesia 2016 – 2020. 2016. 1–92 p
  3. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Rencana Aksi Nasional Manajemen Terpadu Pengendalian Tuberkulosis Resisten Obat Di Indonesia 2016-2020. 2017. 1–140 p
  4. Foundation KT. Programmatic Management of Drug Resistant Tuberculosis (PMDT) Laporan Teknis Challenge TB. 2019. 1–48 p
  5. Akshata JS, Chakrabarthy A. Management of multidrug resistant tuberculosis (MDR-TB) – Monitoring is the key to successful outcome. Egypt J Chest Dis Tuberc [Internet]. 2016;65(2):447–50. Available from: http://dx.doi.org/10.1016/j.ejcdt.2015.12.018
  6. Tamsil TA, Nawas A, Sutoyo DK. Pengobatan Multidrugs Resistant Tuberculosis ( MDR-TB ) dengan Paduan Jangka Pendek Multidrugs Resistant Tuberculosis ( MDR-TB ) Treatment with Short Term Regimen. J Respirasi Indones [Internet]. 2014;34(2):109–21. Available from: http://jurnalrespirologi.org/wp-content/uploads/2015/02/JRI-2014-34-2-109-121.pdf
  7. Caminero JA. Guidelines for Clinical and Operational Management of Drug-Resistant Tuberculosis. Internastional Union Againts Tuberc Lung Dis. 2013;1–6
  8. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Petunjuk Teknis Manajemen Terpadu Pengendalian Tuberculosis Resistan Obat. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2013. 1–153 p
  9. Directorate General of Health Services. DOTS-Plus Guidelines [Internet]. New Dehli; 2010. Available from: papers2://publication/uuid/6B4ED336-6D98-4ED6-878D-713C5D23BAEB
  10. Chiang TY, Fan SY, Jou R. Performance of an Xpert-based diagnostic algorithm for the rapid detection of drug-resistant tuberculosis among high-risk populations in a low-incidence setting. PLoS One. 2018;13(7):1–14
  11. Atif M, Bashir A, Ahmad N, Fatima RK, Saba S, Scahill S. Predictors of unsuccessful interim treatment outcomes of multidrug resistant tuberculosis patients. BMC Infect Dis. 2017;17(1):1–12
  12. Dholakia YN, Shah DP. Clinical profile and treatment outcomes of drug-resistant tuberculosis before directly observed treatment strategy plus: Lessons for the program. Lung India. 2013;30(4):316–20
  13. Ajay Handa, Sahajal Dhooria, Inderpaul Singh Sehgal, Ritesh Agarwal. Treatment outcome of multidrug‑resistant tuberculosis with modified DOTS‑plus strategy: A 2 years’ experience. Lung India. 2018;35(1):41–6
  14. Suryawanshi SL, Shewade HD, Nagaraja SB, Nair SA, Parmar M. Unfavourable outcomes among patients with MDR-TB on the standard 24-month regimen in Maharashtra, India. Public Heal Action. 2017;7(2):116–22
  15. Lee PH, Chan PC, Peng YT, Chu PW, Wu MH, Jou R, et al. Impact of universal drug susceptibility testing and effective management of multidrug-resistant tuberculosis in Taiwan. PLoS One [Internet]. 2019;14(4):1–11. Available from: http://dx.doi.org/10.1371/journal.pone.0214792
  16. Emmi Bijawati, SKM. MK, Munawir Amansyah, SKM. MK, Nurbiah S. Faktor Risiko Pengobatan Pasien Multidrug Resistance Tuberculosis (MDR-TB) Di Rsud Labuang Baji Kota Makassar Tahun 2017. J Nas Ilmu Kesehat [Internet]. 2018;1(1):1–17. Available from: http://journal.unhas.ac.id/index.php/jnik/article/view/4282
  17. Kanwal S, Akhtar AM, Ahmed A. Factors associated with mortality to drug-resistant tuberculosis and their programmatic management in treatment centres of Punjab, Pakistan. J Pak Med Assoc. 2017;67(6):858–62
  18. Htun YM, Khaing TMM, Aung NM, Yin Y, Myint Z, Aung ST, et al. Delay in treatment initiation and treatment outcomes among adult patients with multidrug-resistant tuberculosis at Yangon Regional Tuberculosis Centre, Myanmar: A retrospective study. PLoS One [Internet]. 2018;13(12):1–21. Available from: http://dx.doi.org/10.1371/journal.pone.0209932
  19. Herlina, Vestabilivy E. Evaluasi Hasil Pengobatan Pasien Multi Drug Resistent Tuberculosis ( MDR-TB ) di Puskesmas Kecamatan Ciracas Jakarta Timur Evaluation of Patient Treatment of Multi Drug Resistent Tuberculosis ( MDR-TB ) at Puskesmas Kecamatan Ciracas Jakarta Timur Abstrak. 2013;
  20. Widyasrini ER, Probandari AN, Reviono. Factors Affecting the Success of Multi Drug Resistance (Mdr-Tb) Tuberculosis Treatment in Residential Surakarta. 2017;88
  21. Patel S V., Nimavat KB, Alpesh PB, Shukla LK, Shringarpure KS, Mehta KG, et al. Treatment outcome among cases of multidrug-resistant tuberculosis (MDR TB) in Western India: A prospective study. J Infect Public Health [Internet]. 2016;9(4):478–84. Available from: http://dx.doi.org/10.1016/j.jiph.2015.11.011
  22. Kondoy P, Rombot D V., Palandeng HMF, Pakasi TA. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kepatuhan Berobat Pasien Tuberkulosis Paru di Lima Puskesmas di Kota Manado. J Kedokt Komunitas Dan Trop. 2014;2(1):1–8
  23. Zulkifli, Kusuma Atmaja H, Dramawan A. Analisis Faktor-Faktor Penyebab Masalah Putus Obat Pada Program Kontrol Tuberkulosis Di Wilayah Kerja Puskesmas Gerung Lombok Barat. J Kesehat Prima. 2014 Aug;8(2):1345–54
  24. Ulya F, Thabrany H. Efektivitas Biaya Strategi DOTS Program Tuberkulosis antara Puskesmas dan Rumah Sakit Swasta Kota Depok. J Ekon Kesehat Indones. 2019;3(1):109–17
  25. Soepandi P. Hasil Pengobatan dan Variasi Biaya TB-MDR/XDR dengan Strategi PMDT di RSUP Persahabatan. J Adm Rumah Sakit Indones. 2014;1(1):244300
  26. Wiyati T, Irawati D, Budiyono II. Studi Efek Samping Obat dan Penanganannya Pada Pasien TB Paru di Puskesmas Melong Asih, Cimahi. Pharm Sci Technol. 2014;III(1):23–30
  27. Tupasi TE, Garfin AMCG, Kurbatova E V., Mangan JM, Orillaza-Chi R, Naval LC, et al. Factors associated with loss to follow-up during treatment for multidrug-resistant tuberculosis, the Philippines, 2012-2014. Emerg Infect Dis. 2016;22(3):491–502
  28. Zai S, Haroon T, Mehmood KT. Socioeconomic Factors Contributing to Multidrug-Resistant Tuberculosis (MDR-TB)

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.