skip to main content

PERBEDAAN FAKTOR-FAKTOR KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI DESA ODF (OPEN DEFECATION FREE) DAN NON ODF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SAPE KABUPATEN BIMA M

*Muhlisan Muhlisan  -  Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro, Jl. Prof. H. Soedarto, S.H.,Tembalang, Semarang, Indonesia | Universitas Diponegoro, Indonesia
Tri Joko scopus  -  Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro, Jl. Prof. H. Soedarto, S.H.,Tembalang, Semarang, Indonesia | Universitas Diponegoro, Indonesia
Nikie Astorina Yunita Dewanti  -  Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro, Jl. Prof. H. Soedarto, S.H.,Tembalang, Semarang, Indonesia | Universitas Diponegoro, Indonesia

Citation Format:
Abstract

Kejadian diare pada balita masih tergolong tinggi di Desa ODF dan non ODF di Kecamatan Sape. Dalam kurun waktu dua tahun terakhir mengalami peningkatan dari 47,87% menjadi 63,98%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kondisi kejadian diare pada balita di Desa ODF dan non ODF. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini seluruh balita rentang usia 1-5 tahun yang ada selama tahun 2019, sampel dalam penelitian ini sebanyak 57 balita yang menderita diare 3 bulan terakhir di Desa ODF maupun di Desa non ODF. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden memiliki rata-rata usia 32 tahun, dengan mayoritas tamatan SMA 48,2%, dan 95,6% lainnya merupakan ibu rumah tangga. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa terdapat perbedaan  antara jenis jamban leher angsa dan jamban cemplung dengan kejadian diare pada balita di Desa ODF dan non ODF (p= 0,038), praktek cuci tangan pakai sabun tidak ada perbedaan dengan kejadian diare pada balita (p=0,844), pengolahan air minum tidak memiliki perbedaan terhadap kejadian diare pada balita di desa ODF maupun Non ODF (p=0,239), hasil pemeriksaan bakteriologis  tidak memiliki perbedaan terhadap kejadian diare pada balita di desa ODF maupun Non ODF (p= 0,246), jenis sumber air tidak memiliki perbedaan  terjadinya diare pada balita di desa ODF maupun non ODF (p=0,236). Kesimpulan ada perbedaan kondisi di desa ODF dan Non ODFpada keluarga yang memiliki balita diare di wilayah Puskesmas Sape pada penggunaan jamban, sedangkan sumber air minum, pengolahan air minum, perilaku cuci tangan pakai sabun dan kualitas bakteriologis tidak ada perbedaan kondisi secara signifikan.

 

Note: This article has supplementary file(s).

Fulltext View|Download |  Research Instrument
PERBEDAAN FAKTOR-FAKTOR KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI DESA ODF (OPEN DEFECATION FREE) DAN NON ODF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SAPE KABUPATEN BIMA
Subject Faktor kejadian diare, dan desa ODF Non ODF
Type Research Instrument
  Download (148KB)    Indexing metadata
 Research Instrument
PERBEDAAN FAKTOR-FAKTOR KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI DESA ODF (OPEN DEFECATION FREE) DAN NON ODF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SAPE KABUPATEN BIMA
Subject Faktor kejadian diare, dan desa ODF Non ODF
Type Research Instrument
  Download (118KB)    Indexing metadata
Keywords: Faktor kejadian diare; desa ODF Non ODF

Article Metrics:

  1. Mulyani NS, Prasetyo D, Karyana IPG, Sukardi W, Damayanti W, Anggraini D, et al. Diarrhea among hospitalized children under five: A call for inclusion of rotavirus vaccine to the national immunization program in Indonesia. jurnal. 2018;
  2. Fardami AY, Mamuda B, Kangiwa IA. Bacteriological Analysis of Drinking Water in Zamfara North Senatorial District, Nigeria. Microbiol Res J Int. 2019;
  3. Suyitno, Chompikul J, Tiraphat S, Sandar AK. Prevalence and risk factors for diarrhea among children aged less than two years in Central Kalimantan Province , Indonesia. J Public Heal Dev. 2019;
  4. Ganapati PL, Soujanya K, Machiraju PVS. Bacteriological Quality of the Drinking Water and Health Survey in Koyyalagudem mandal of West Godavari District, Andhra Pradesh, India. Asian J Res Chem. 2019;
  5. Dinas kesehatan Kabupaten Bima. Profil Dinas Kesehatan kabupaten Bima. 2018
  6. Puskesmas Sape. Profil Puskesmas Sape. 2018
  7. Notoatmodjo S. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta; 2010
  8. Kusumo Achmad B. Hubungan Sistem Pengelolaan (Konstruksi) Air Limbah Tangki septik dengan kandungan Escherichia coli Terhadap Kualitas Air Sumur Gali. 2020;24–36
  9. Utama AYS, Aini I, Sugiarto. Hubungan Kondisi Jamban Keluarga Dan Sarana Air Bersih Dengan Kejadian Diare Pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Arosbaya Bangkalan. jurnal. 2019;
  10. Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan. Buku Saku Verifikasi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat. Jakarta; 2013
  11. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2269/MENKES/PER/IX/2011. 2011;
  12. Fahrurazi, Riza Y, Inayah SI. Hubungan Pengetahuan dan Perilaku Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) Ibu dengan Kejadian Diare pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Kuin Raua Kota Banjarmasin Tahun 2015. An-Nadaa J Ilmuah Kesehat Masy. 2016;35–9
  13. Luby SP, Agboatwalla M, Raza A, Sobel J, Mintz ED, Baier K, et al. Microbiologic effectiveness of hand washing with soap in an urban squatter settlement, Karachi, Pakistan. Epidemiol Infect. 2001;127(2)
  14. Menteri Kesehatan Republik Indonesia. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2014
  15. Suda ED, Nabuasa E, Hinga IAT. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Diare pada Balita di Desa Buru Kaghu Kecamatan Wewewa Selatan Kabupaten Sumba Barat Daya Fakultas Kesehatan Masyarakat - Universitas Nusa Cendana Fakultas Kesehatan Masyarakat - Universitas Nusa Cendana. jurnal. 2019;01(3):119–26
  16. Departemen kesehatan RI. Pedoman Upaya Penyehatan Air Bagi Petugas Sanitasi Puskesmas. Jakarta: Direktorat Penyehatan Air Dirjen PPM dan PLP, Departemen Kesehatan RI; 1998
  17. Intan Risqita FL. Hubungan Jarak Sumber Pencemar Dengan Kualitas Mikrobiologis Air Sumur Gali Di Desa Pangebatan, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas Tahun 2016. Bul Keslingmas. 2017;36(2):133–7

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.